Kader SaPHYRA Gampong Garot Tanam TOGA dan Sayuran Vertikal, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kepedulian Lingkungan

Kader remaja SaPHYRA Gampong Garot bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menyerahkan hasil kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan kebun sayur vertikal kepada masyarakat sebagai bagian dari aksi kesehatan planet di Gampong Garot, Aceh Besar.

GIMIC.ID, ACEH BESAR – Semangat menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan ditunjukkan kader remaja SaPHYRA Gampong Garot bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) melalui Aksi Kesehatan Planet dengan menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan membangun kebun sayur vertikal di Kantor Keuchik Gampong Garot, Aceh Besar, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang diikuti 11 kader remaja dan lima fasilitator, serta mendapat dukungan dari pengurus posyandu desa tersebut, bertujuan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui praktik langsung, para peserta diajak memanfaatkan pekarangan maupun lahan terbatas untuk menanam tanaman yang bermanfaat bagi keluarga.

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan 11 remaja Gampong Garot sebagai kader SaPHYRA (Save Planetary Health Youth Ranger) pada 25 Oktober 2026. SaPHYRA merupakan program pemberdayaan remaja yang mengintegrasikan isu kesehatan planet, kesehatan mental, kesehatan lingkungan, dan ketangguhan bencana.

Program tersebut dilaksanakan oleh Universitas Syiah Kuala bersama GEN-A sebagai mitra komunitas untuk mendorong keterlibatan remaja dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan tempat tinggal mereka.

Isu pangan sehat dan lingkungan menjadi perhatian penting bagi keluarga. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dikutip dalam kegiatan ini, sekitar 96,7 persen penduduk Indonesia belum memenuhi anjuran konsumsi sayur dan buah minimal lima porsi per hari.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung kebiasaan konsumsi pangan sehat adalah menanam sayuran sendiri di pekarangan rumah. Selain lebih mudah dijangkau, kegiatan bercocok tanam juga dapat menjadi sarana edukasi bagi keluarga, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, para kader menanam berbagai jenis sayuran, di antaranya sawi, tomat, dan selada. Mereka juga membuat kebun sayur vertikal dengan memanfaatkan ruang secara efisien sehingga dapat diterapkan di pekarangan rumah yang terbatas.

Proses penanaman dilakukan secara bersama-sama dengan pendampingan fasilitator dan kader posyandu. Kolaborasi ini sekaligus mempererat hubungan antara remaja dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih sehat.

Fasilitator SaPHYRA, Chairul Azmi, mengatakan bahwa menjaga kesehatan planet dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan rumah.

"Kesehatan planet tidak harus dimulai dari hal besar. Ia bisa dimulai dari satu polybag sawi atau selada di pekarangan rumah. Lewat kegiatan ini, kami ingin kader belajar bahwa menanam, merawat, lalu memanen adalah bagian dari menjaga bumi sekaligus menjaga kesehatan keluarga," ujarnya.

Ketua Panitia, Dr. dr. Zulfa Zahra, Sp.KJ (K), menuturkan bahwa upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pelayanan medis, tetapi juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

"Kesehatan yang baik sering kali berawal dari hal sederhana, yaitu tanah yang dirawat, sayur yang dimakan segar, dan hati yang tenang karena bergerak bersama-sama. Ketika remaja menanam dan merawat sesuatu dengan tangannya sendiri, mereka sedang belajar bertanggung jawab, bersabar, dan peduli. Itu adalah fondasi kesehatan jiwa sekaligus kesehatan planet," ungkapnya.

Salah seorang kader SaPHYRA Gampong Garot, Nura Maulidya, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman langsung menanam sayuran bersama teman-teman dan kader posyandu.

"Hari ini kami belajar menanam sawi, tomat, dan selada. Ternyata menanam itu seru, apalagi dibantu ibu-ibu kader posyandu. Kami jadi lebih paham bahwa sayur yang kami makan bisa kami tanam sendiri, dan kami ingin terus merawatnya sampai panen," katanya.

Dukungan juga disampaikan Kader Posyandu Gampong Garot, Nelly Syafrinawati. Ia berharap tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan sukses. Mudah-mudahan apa yang ditanam adik-adik hari ini bisa berkembang dengan baik dan kegiatan ini berkelanjutan. Kalau tanamannya sudah tumbuh, bisa dimakan oleh masyarakat Gampong Garot," ujarnya.

Selain mendorong ketahanan pangan keluarga, kegiatan ini juga memberikan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga. Tanaman TOGA dapat digunakan sebagai pelengkap dalam upaya menjaga kesehatan, tetapi bukan sebagai pengganti pemeriksaan maupun pengobatan medis. Sementara itu, tanaman sayuran perlu dirawat secara rutin melalui penyiraman dan pemantauan hama agar dapat tumbuh optimal.

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menegaskan bahwa remaja memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, GEN-A berkomitmen untuk terus mendampingi kader SaPHYRA agar kegiatan positif yang telah dimulai dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Kami percaya remaja bukan sekadar penerima manfaat, melainkan penggerak perubahan. Hari ini mereka menanam sawi, tomat, dan selada, tetapi sesungguhnya mereka sedang menanam kebiasaan baik dan kepedulian yang akan tumbuh bersama mereka. GEN-A akan terus hadir menemani langkah kecil ini sampai menjadi gerakan besar di gampong," katanya.

Ke depan, para kader berharap kegiatan penanaman TOGA dan kebun sayur vertikal dapat terus dilanjutkan. Hasil panen nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Gampong Garot sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan terbatas bagi keluarga lainnya.

Melalui program SaPHYRA, GEN-A bersama Universitas Syiah Kuala mendorong remaja agar tidak hanya memahami pentingnya kesehatan planet, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata di lingkungan masing-masing.

Gerakan ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya kebiasaan hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta partisipasi aktif generasi muda dalam mewujudkan gampong yang sehat, berdaya, dan tangguh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...