GEN-A Bekali 51 Mentor Asrama USK, Perkuat Kepemimpinan dan Kerja Sama Tim

Kegiatan pembekalan dan pembinaan 51 mentor asrama Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) melalui pelatihan kepemimpinan dan capacity building di Taman Hutan Kota BNI, Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026).

GIMIC.ID, BANDA ACEH – Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) berkontribusi dalam kegiatan Pembekalan dan Pembinaan Mentor Asrama Universitas Syiah Kuala (USK) dengan menghadirkan pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas melalui metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Pendidikan Agama dan Pembinaan Karakter USK tersebut berlangsung di Taman Hutan Kota BNI, Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini diikuti 51 mentor asrama yang akan bertugas mendampingi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Angkatan 2026.

Mengusung semangat kolaborasi dan kepemimpinan dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, pembekalan ini bertujuan memperkuat kemampuan mentor dalam mengenali potensi diri, membangun komunikasi efektif, bekerja sama dalam tim, serta mengambil tanggung jawab dalam menjalankan tugas pendampingan mahasiswa.

GEN-A dipercaya memberikan materi pembekalan dengan menggabungkan penyampaian konsep kepemimpinan dan berbagai aktivitas pengembangan kapasitas yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Hadir sebagai narasumber, dr. Imam Maulana, Duta Pemuda Indonesia 2025 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yang membawakan materi Leadership from Within. Sementara itu, Mina Shafira, S.T., menyampaikan materi Capacity Building bersama tim fasilitator GEN-A.

Dalam sesi Leadership from Within, para peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan sejatinya berawal dari kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola diri sendiri sebelum menjalankan peran dalam kelompok maupun membimbing orang lain.

Bagi seorang mentor asrama, kepemimpinan tidak sebatas memberikan instruksi atau memastikan mahasiswa mematuhi aturan. Lebih dari itu, seorang mentor dituntut mampu menjadi teladan, membangun komunikasi yang baik, memiliki empati, serta bertanggung jawab dalam mendampingi perkembangan mahasiswa.

dr. Imam Maulana menegaskan bahwa mentor harus memahami perannya bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai figur yang mampu memberikan pengaruh positif bagi mahasiswa.

“Menjadi mentor bukan hanya tentang mengarahkan atau memastikan mahasiswa mengikuti aturan asrama. Lebih dari itu, mentor perlu mampu mengenali potensi dirinya, membangun komunikasi yang baik, dan memberikan keteladanan. Kepemimpinan dimulai dari bagaimana seseorang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum mengajak orang lain untuk berkembang,” ujar Imam.

Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu membangun kesadaran diri dan memahami pentingnya karakter kepemimpinan dalam menciptakan lingkungan asrama yang positif, nyaman, dan mendukung perkembangan mahasiswa.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan sesi Capacity Building yang difasilitasi Mina Shafira, S.T., bersama tim fasilitator GEN-A.

Menggunakan pendekatan game-based learning, sesi ini dikemas secara interaktif melalui enam jenis permainan yang dirancang untuk mengasah berbagai kompetensi penting bagi seorang mentor.

Setiap permainan memiliki tujuan pembelajaran yang berkaitan dengan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, koordinasi, serta kemampuan mengambil keputusan.

Masing-masing permainan dipandu oleh fasilitator GEN-A. Setelah menyelesaikan aktivitas, peserta mengikuti sesi pemaknaan atau debriefing bersama narasumber untuk merefleksikan pengalaman dan mengidentifikasi nilai-nilai pembelajaran dari setiap permainan.

Pengalaman tersebut kemudian dihubungkan dengan berbagai tantangan nyata yang mungkin dihadapi mentor ketika menjalankan tugas pendampingan mahasiswa di lingkungan asrama.

Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga merasakan langsung bagaimana membangun komunikasi, menyusun strategi, membagi peran, menyelesaikan persoalan, dan mengambil keputusan secara bersama-sama.

Kegiatan ditutup dengan sesi berbagi cerita dan pengalaman antarpeserta. Forum tersebut menjadi ruang bagi para mentor untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta tantangan yang mungkin dihadapi selama menjalankan tugas pendampingan mahasiswa.

Ketua Panitia sekaligus Dosen Pembina Asrama KIP-K UPT Pendidikan Agama dan Pembinaan Karakter USK, Novia Mehra Erfiza, S.TP., M.Agric., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi GEN-A dalam memberikan pembekalan kepada para mentor asrama.

Menurutnya, pembinaan mentor membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian pengetahuan, tetapi juga penguatan keterampilan interpersonal dan kepemimpinan.

“Pembinaan mentor asrama membutuhkan pendekatan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan interpersonal dan kepemimpinan. Kami mengapresiasi GEN-A yang telah menghadirkan metode pembelajaran interaktif sehingga para mentor dapat belajar melalui pengalaman, berkolaborasi, dan merefleksikan peran mereka. Harapannya, bekal ini dapat diterapkan dalam mendampingi mahasiswa asrama KIP-K Angkatan 2026,” ujarnya.

Keterlibatan GEN-A dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi organisasi dalam mengembangkan kapasitas generasi muda melalui pendidikan, pelatihan, serta pembelajaran partisipatif.

Dengan memadukan pendekatan edukatif dan pengalaman langsung, GEN-A berupaya menghadirkan proses pengembangan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan peserta, khususnya dalam membangun karakter kepemimpinan dan kemampuan bekerja sama.

Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa pembangunan generasi muda membutuhkan ruang untuk belajar, berkolaborasi, serta mengambil tanggung jawab tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Semangat tersebut juga tercermin dalam upaya mempersiapkan mentor asrama yang tidak hanya mampu menjalankan tugas pendampingan, tetapi juga menjadi sosok inspiratif dalam membangun karakter dan mendorong perkembangan mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, GEN-A berharap seluruh keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebatas kegiatan pelatihan, melainkan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan asrama dan proses pendampingan mahasiswa KIP-K Angkatan 2026.

Sebab, kepemimpinan yang berdampak bukan hanya diukur dari kemampuan seseorang dalam memimpin kelompok, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu menginspirasi, mendampingi, dan membantu orang lain untuk tumbuh serta berkembang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...