11 Remaja Gampong Garot Resmi Dilantik Jadi Kader SAPHYRA, Siap Jadi Penggerak Kesehatan dan Mitigasi Bencana
Sebanyak 11 remaja Gampong Garot resmi dilantik sebagai kader SAPHYRA dalam program pemberdayaan remaja kolaborasi Universitas Syiah Kuala (USK) dan Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), Minggu (25/10/2026), untuk memperkuat edukasi kesehatan mental, kesehatan lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana.
GIMIC.ID, ACEH BESAR – Sebanyak 11 remaja Gampong Garot resmi dilantik sebagai kader SAPHYRA (Save Planetary Health Youth Ranger) pada Minggu (25/10/2026). Pelantikan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan generasi muda agar lebih aktif berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental, kesehatan lingkungan, kesehatan planet, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
SAPHYRA merupakan program pemberdayaan remaja yang mengintegrasikan aspek kesehatan planet, kesehatan mental, kesehatan lingkungan, dan ketangguhan bencana. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) sebagai mitra komunitas.
Melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB), program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas remaja agar mampu menjadi edukator, pelopor, sekaligus penggerak perubahan positif di lingkungan masyarakat.
Pelantikan 11 kader tersebut tidak hanya menjadi seremoni pengukuhan, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembinaan untuk membekali remaja dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berorganisasi sehingga dapat menjalankan berbagai program edukasi secara berkelanjutan.
Program SAPHYRA diketuai oleh Dr. dr. Zulfa Zahra, Sp.KJ (K), yang memiliki kepakaran di bidang psikiatri, khususnya kesehatan mental komunitas dan intervensi psikososial.
Keahlian tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam program, terutama untuk memperkuat ketahanan psikologis remaja dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana maupun perubahan kondisi lingkungan.
Tim pengusul juga melibatkan dr. Sarah Firdausa, M.Md.Sc, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, dengan kepakaran di bidang penyakit dalam dan kegawatdaruratan medis. Kontribusinya mendukung peningkatan pemahaman masyarakat mengenai berbagai dampak kesehatan akibat bencana, termasuk penyakit berbasis lingkungan dan penanganan kondisi darurat kesehatan.
Sementara itu, Zahratunnisa, S.T., M.T., berkontribusi melalui keahlian di bidang teknik dan perencanaan wilayah. Perannya mendukung aspek teknis program, khususnya penyusunan peta risiko dan jalur evakuasi secara partisipatif, pengelolaan data spasial sederhana, serta penguatan pendekatan berbasis lingkungan dan mitigasi bencana.
Kolaborasi lintas keahlian tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pemberdayaan remaja yang menyeluruh, dengan menghubungkan aspek kesehatan, lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana.
Dalam rangkaian pelantikan dan pembinaan, para calon kader mendapatkan pembekalan melalui tujuh modul materi yang disusun untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan edukasi, serta keterampilan praktis.
Materi Pengenalan SAPHYRA serta Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Forum Remaja disampaikan oleh Chairul Azmi.
Selanjutnya, Claudia Agatha M. membawakan materi Teknik Edukasi yang Menyenangkan, sedangkan Safiratun Nadia menyampaikan Pelatihan AI untuk Pembuatan Media Edukasi.
Pembekalan juga mencakup materi Pertolongan Pertama Psikologis dengan Pendekatan GATHER yang disampaikan Khansa Khaira GM.
Sementara itu, materi Planetary Health dan Kesehatan Lingkungan disampaikan oleh Widya Khairunnisa, serta materi Ketangguhan Bencana dan Kesiapsiagaan Masyarakat dibawakan oleh Bintang Haris Boenien.
Melalui tujuh modul tersebut, para kader diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu kesehatan dan lingkungan, sekaligus mampu menyampaikan informasi edukatif dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan secara teoritis, setiap kader juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan kegiatan edukasi sebagai bentuk penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari.
Praktik tersebut menjadi bagian penting untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi yang mencakup pembentukan struktur organisasi Forum Remaja SAPHYRA dan perencanaan berbagai kegiatan kader ke depan.
Melalui proses tersebut, para kader mulai diarahkan untuk membangun sistem kerja organisasi, membagi tanggung jawab, serta merancang kegiatan yang dapat dilaksanakan secara nyata di lingkungan Gampong Garot.
Ketua Kader SAPHYRA Gampong Garot, Fadhil Madani, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya setelah resmi dilantik. Ia berharap seluruh rencana yang telah disusun dapat diwujudkan dengan baik melalui kerja sama dan kekompakan seluruh kader.
“Alhamdulillah, saya telah dilantik sebagai Ketua Kader SAPHYRA di Gampong Garot. Saya ucapkan terima kasih atas pelantikan yang satu hari penuh ini. Harapan saya agar semua impian-impian yang sudah direncanakan dapat terwujud dengan lancar,” ujar Fadhil.
Dukungan aparatur gampong dan kader Posyandu menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program SAPHYRA.
Kolaborasi antara remaja, pemerintah gampong, kader Posyandu, dan unsur masyarakat diharapkan mampu memperkuat kegiatan edukasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Geuchik Gampong Garot, Dr. Sulaiman M., M.Si., menyampaikan harapannya agar para kader yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“Kami berharap para kader SAPHYRA dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjadi penggerak bagi remaja lainnya. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat Gampong Garot,” ujar Dr. Sulaiman.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi para kader untuk menjalankan berbagai kegiatan secara konsisten, sekaligus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
Pelantikan dan pembinaan 11 kader SAPHYRA menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan, lingkungan, dan keselamatan masyarakat.
Melalui program ini, remaja Gampong Garot diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi sumber edukasi dan penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya.
Dengan dukungan Universitas Syiah Kuala, GEN-A, aparatur gampong, serta masyarakat, SAPHYRA diharapkan berkembang menjadi wadah pembelajaran dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, keterlibatan aktif generasi muda menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, peduli lingkungan, tangguh menghadapi bencana, serta memiliki kesadaran kuat terhadap pentingnya menjaga kesehatan planet bagi generasi mendatang.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar