Ratusan Pebalap Ramaikan BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan, Ajang Cetak Atlet Berprestasi dan Cegah Balap Liar

Panitia, jajaran KONI Kota Medan, Dispora Kota Medan, komunitas BMX, serta peserta kategori Push Bike berfoto bersama usai pembukaan BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan di Jalan Masjid Raya, Medan, Sabtu (1/8/2026).

GIMIC.ID, MEDAN – Ratusan pebalap sepeda BMX dari berbagai daerah memadati Jalan Masjid Raya, Kota Medan, dalam ajang BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan yang digelar Sabtu (1/8/2026). Kejuaraan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet muda sekaligus upaya menghidupkan kembali olahraga BMX di Kota Medan yang selama beberapa tahun terakhir minim kompetisi resmi.

Kejuaraan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan, T. Chairuniza, mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Dalam sambutannya, Chairuniza menegaskan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan olahraga BMX masih memiliki banyak peminat di Kota Medan. Menurutnya, prestasi olahraga hanya dapat diraih melalui pembinaan yang berkelanjutan serta tersedianya ruang kompetisi yang rutin.

"Kejuaraan ini menjadi bukti bahwa olahraga membutuhkan komitmen, kerja sama, serta ruang kompetisi yang terus berkesinambungan. Olahraga bukan hanya menjadi tempat melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk karakter para atlet," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Yudhi itu mengatakan olahraga mengajarkan banyak nilai positif, seperti disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian, serta semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Ia berharap BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan menjadi wadah bagi para pebalap untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

"Dari kompetisi seperti inilah nantinya akan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Kota Medan di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional," katanya.

Chairuniza menegaskan Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendukung kemajuan olahraga melalui pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi secara berkesinambungan, serta memperkuat sinergi dengan KONI Kota Medan, pengurus cabang olahraga, komunitas, dan sekolah.

"Semakin banyak ruang bagi atlet untuk berkembang, maka semakin besar pula peluang lahirnya prestasi. Kepada seluruh peserta saya berharap bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan setiap perlombaan sebagai kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Kemenangan memang membanggakan, tetapi sikap yang baik selama pertandingan memiliki nilai yang jauh lebih berharga," ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan kejuaraan, Sultan Deli Seripaduka Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event tersebut. Menurutnya, olahraga merupakan sarana efektif untuk membina karakter generasi muda sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai bentuk kenakalan remaja.

"Saya mengucapkan selamat bertanding kepada adik-adik semua. Jaga sportivitas, ketertiban, dan keamanan karena kegiatan ini berlangsung di kawasan Masjid Raya. Saya berharap kegiatan positif seperti ini dapat menjauhkan generasi muda dari minuman keras, narkoba, maupun pergaulan negatif lainnya. Melalui olahraga, kita ingin melahirkan generasi muda yang sehat dan berprestasi," tuturnya.

Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, berharap BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan dapat menjadi agenda rutin agar proses pembinaan atlet berlangsung secara berkesinambungan.

Ia juga menilai Kota Medan sudah saatnya memiliki lintasan BMX Cross yang representatif sebagai fasilitas latihan dan penyelenggaraan kejuaraan.

"Ke depan kami berharap bersama Dispora Kota Medan dapat membangun atau menyediakan lintasan BMX Cross. Selama ini Medan belum memiliki fasilitas yang memadai untuk nomor tersebut. Setelah kejuaraan ini selesai, kami akan berdiskusi kembali dengan komunitas BMX dan berharap ada dukungan dari Dispora serta Pemerintah Kota Medan agar cabang olahraga BMX semakin berkembang," katanya.

Ketua Panitia, Rico Amrizal, menjelaskan penyelenggaraan kejuaraan berawal dari keprihatinan komunitas BMX terhadap minimnya kompetisi resmi di Kota Medan. Kondisi tersebut dinilai membuat banyak anak muda kehilangan wadah untuk menyalurkan bakat sehingga berpotensi terjerumus ke aktivitas negatif, termasuk balap liar.

"Awalnya event ini kami buat untuk mengantisipasi anak-anak muda atau adik-adik kita yang hobi bersepeda. Karena jarangnya event BMX di Kota Medan, kami melihat banyak anak-anak yang akhirnya ikut balap liar di jalan umum, sama seperti balap liar motor," ujarnya.

Menurut Rico, komunitas BMX di Medan sebenarnya cukup aktif. Namun, penyelenggaraan nomor BMX Cross terkendala tidak adanya lintasan yang layak.

Ia mengungkapkan Kota Medan sebelumnya memiliki sirkuit BMX di kawasan Taman Cadika. Namun kini lintasan tersebut sudah tidak dapat digunakan sehingga komunitas memilih menggelar BMX Drag Bike sebagai alternatif kompetisi.

"Kalau event BMX Cross di Medan sekarang memang sangat sulit dibuat karena tidak adanya sirkuit. Dulu kita punya sirkuit di Taman Cadika, tetapi sekarang sudah tidak bisa dipakai. Akhirnya kami dari klub-klub BMX di Kota Medan sepakat membuat event BMX Drag Bike sebagai alternatif agar atlet tetap bisa berkompetisi," jelasnya.

Lintasan yang digunakan memiliki panjang sekitar 100 hingga 150 meter, disesuaikan dengan kondisi Jalan Masjid Raya. Untuk menjaga kualitas pertandingan, jumlah peserta dibatasi maksimal 30 pebalap di setiap kelas.

Rico berharap kejuaraan tersebut menjadi sarana pembinaan atlet muda sekaligus mengajak generasi muda menjauhi berbagai aktivitas negatif.

"Kami ingin mencari bibit-bibit berprestasi yang nantinya bisa dibina. BMX merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan hingga Olimpiade, sehingga peluang atlet untuk berkembang sangat terbuka," katanya.

Selain mencetak atlet, pihaknya juga ingin membangkitkan kembali budaya bersepeda di tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.

"Kami ingin mengajak masyarakat agar tahu bahwa bersepeda adalah kegiatan yang sangat positif. Harapannya minat masyarakat untuk bersepeda kembali meningkat, karena sekarang banyak anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain handphone dan game," pungkas Rico.

Pada penyelenggaraan perdana ini, panitia mempertandingkan 12 kelas, yakni Push Bike usia 3–4 tahun, 5–6 tahun, 7–8 tahun, 9–10 tahun, BMX usia 11–12 tahun, 13–14 tahun, 15–16 tahun, Men Junior, Men Elite, Master 40, Master 50, Women Open, dan Women Under.

Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, BMX Drag Bike Piala Wali Kota Medan diharapkan menjadi titik awal kebangkitan olahraga BMX di Kota Medan sekaligus melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RSD)
.

Komentar

Loading...