Wakil Wali Kota Tanjungbalai Kukuhkan Pengurus MAQOM 2026–2030, Perkuat Syiar Islam dan Identitas Religius Kota

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina melantik dan mengukuhkan pengurus Majelis Qasidah dan Marhaban (MAQOM) Kota Tanjungbalai masa bakti 2026–2030 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (30/7/2026).

GIMIC.ID, TANJUNGBALAI – Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina mengukuhkan dan melantik pengurus Majelis Qasidah dan Marhaban (MAQOM) Kota Tanjungbalai masa bakti 2026–2030 di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (30/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran MAQOM sebagai mitra strategis Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dalam membangun karakter masyarakat, melestarikan seni budaya Islami, serta memperkokoh identitas religius Kota Tanjungbalai.

Dalam sambutannya, Muhammad Fadly Abdina menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Wali Kota Tanjungbalai kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

"Atas nama Pemerintah Kota Tanjungbalai, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Majelis Qasidah dan Marhaban yang baru saja dilantik. Semoga amanah yang diterima hari ini menjadi ladang ibadah, menjadi jalan pengabdian kepada agama, bangsa, dan daerah, serta menjadi wasilah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di Kota Tanjungbalai yang kita cintai," ujarnya.

Menurut Fadly, menjadi pengurus MAQOM bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi juga mengemban amanah untuk menjaga syiar Islam, melestarikan seni budaya Islami, membangun karakter masyarakat, dan memperkuat identitas religius daerah.

"Menjadi pengurus MAQOM bukan hanya menjalankan organisasi, melainkan menjaga syiar Islam, melestarikan seni budaya Islami, membangun karakter masyarakat, serta memperkuat identitas religius Kota Tanjungbalai," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Fadly juga mengulas sejarah perkembangan qasidah dalam peradaban Islam. Ia menyebut salah satu qasidah yang paling dikenal sepanjang sejarah adalah Thala'al Badru 'Alaina, yang dilantunkan masyarakat Madinah saat menyambut hijrah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Menurutnya, tradisi melantunkan syair religius telah menjadi bagian dari ekspresi kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak masa awal Islam dan kemudian berkembang ke berbagai wilayah dunia Islam, termasuk Nusantara.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini lantunan qasidah dan marhaban masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai kegiatan keagamaan maupun adat masyarakat Melayu, seperti aqiqah, khitanan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mikraj, Tahun Baru Islam, penyambutan tamu kehormatan, hingga kegiatan di masjid, surau, dan majelis taklim.

"Qasidah dan marhaban merupakan warisan budaya Islam yang memiliki fungsi sosial yang sangat besar. Tradisi ini menjadi media pendidikan akhlak, sarana pewarisan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda, sekaligus benteng budaya dalam menjaga jati diri bangsa," katanya.

Fadly menambahkan, keberadaan MAQOM sejalan dengan visi pembangunan Kota Tanjungbalai Tahun 2025–2030 yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai religius, pelestarian budaya Melayu, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Karena itu, MAQOM dinilai memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter.

"Majelis ini dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda, pelestarian seni budaya Islami Melayu, penguatan ukhuwah, sekaligus media dakwah yang sejuk dan menyejukkan," ujarnya.

Ia berharap berbagai kegiatan MAQOM tidak hanya berfokus pada perlombaan atau kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan yang menyentuh keluarga, sekolah, masjid, majelis taklim, hingga ruang-ruang publik.

"Dengan demikian, nilai-nilai religius dan budaya Melayu akan terus hidup sebagai energi moral dalam pembangunan Kota Tanjungbalai," katanya.

Menutup sambutannya, Fadly mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mewariskan Kota Tanjungbalai yang maju tidak hanya dari sisi pembangunan ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan dan budaya.

"Mari kita wariskan kepada generasi mendatang sebuah Tanjungbalai yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam iman, kuat dalam budaya, unggul dalam pendidikan, santun dalam perilaku, serta harmonis dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Edi Usman Manurung dikukuhkan sebagai Ketua MAQOM Kota Tanjungbalai masa bakti 2026–2030, didampingi Hasnan Siregar sebagai Sekretaris dan Syahri Romadon Sitorus sebagai Bendahara. Prosesi pelantikan turut disaksikan para tamu undangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-DS) 

Komentar

Loading...

Berita Hari Ini