PGN Teken Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026, Perkuat Pasokan Gas Bumi Nasional
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menandatangani tujuh dokumen kesepakatan komersial dengan sejumlah pemasok hulu migas dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta.
GIMIC.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat ketahanan dan keberlanjutan pasokan gas bumi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dengan sejumlah pemasok gas bumi domestik dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Tujuh kesepakatan strategis tersebut menjadi langkah PGN dalam memperkuat diversifikasi sumber pasokan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun Liquefied Natural Gas (LNG). Salah satu kerja sama penting di dalamnya adalah pengembangan pasokan LNG dari Proyek Abadi LNG, Blok Masela, yang diharapkan menjadi sumber energi domestik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam jangka panjang.
Adapun tujuh dokumen kesepakatan yang ditandatangani terdiri atas tiga Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), satu amandemen PJBG, serta tiga LNG Sales and Purchase Agreement (SPA).
Tiga PJBG baru dilakukan bersama EMP Bentu, Medco Sakakemang B.V., dan PEP Sengeti. Sementara itu, amandemen PJBG dilakukan bersama Medco South Sumatera (Medco SS) sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kerja sama pasokan gas bumi yang telah berjalan.
Secara terperinci, PJBG dengan EMP Bentu mencakup volume pasokan hingga sekitar 4 BBTUD. Kerja sama dengan Medco Sakakemang B.V. mencakup pasokan hingga sekitar 38 BBTUD mulai 2027, sedangkan PJBG dengan PEP Sengeti mencakup volume hingga sekitar 5,7 MMSCFD mulai 2028.
Selain itu, Amandemen III PJBG dengan Medco South Sumatera mencakup volume sebesar 15 BBTUD. Seluruh kesepakatan memiliki karakteristik volume dan periode penyaluran masing-masing sesuai ketentuan komersial yang disepakati para pihak.
Tidak hanya mengandalkan pasokan gas melalui jaringan pipa, PGN juga terus mengembangkan portofolio LNG untuk meningkatkan fleksibilitas pemenuhan kebutuhan energi pelanggan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui tiga kesepakatan LNG SPA, masing-masing dengan South Hub untuk periode pengiriman mulai 2027, North Hub mulai 2029, serta LNG Abadi Masela.
Kesepakatan LNG SPA Abadi Masela merupakan tindak lanjut dari Heads of Agreement (HOA) dan Key Term Sheet yang sebelumnya telah disepakati PGN bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Proyek Masela dalam ajang IPA Convex 2026 di Jakarta pada 20 Mei 2026.
Kerja sama tersebut direncanakan mencakup pasokan LNG dengan total volume 775 TBTU selama 15 tahun sejak dimulainya operasi komersial proyek.
Pasokan dari Proyek Abadi LNG diharapkan menjadi salah satu sumber energi strategis bagi PGN dalam memperkuat ketersediaan LNG domestik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan dan kesiapan operasional proyek.
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, mengatakan bahwa penandatanganan berbagai kesepakatan komersial dengan pemasok hulu migas merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan gas bumi.
“Kesepakatan komersial dengan pemasok hulu migas merupakan bagian penting dari upaya PGN dalam memperkuat keberlanjutan pasokan gas bumi. Melalui kerja sama ini, PGN terus mengoptimalkan pengelolaan portofolio pasokan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” ujar Arief.
Ia menjelaskan, penguatan portofolio melalui kombinasi pasokan gas pipa dan LNG menjadi strategi penting untuk mengantisipasi dinamika ketersediaan pasokan sekaligus memenuhi kebutuhan gas bumi di berbagai sektor.
Sektor industri, komersial, hingga kelistrikan menjadi bagian dari pelanggan yang membutuhkan dukungan pasokan energi gas bumi secara andal dan berkesinambungan.
“Diversifikasi sumber pasokan, baik melalui gas pipa maupun LNG, diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan portofolio gas bumi PGN. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjaga keandalan layanan serta mendukung kebutuhan energi pelanggan,” lanjut Arief.
Penandatanganan tujuh kesepakatan strategis dalam FOREK Hulu Migas 2026 juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara PGN dan para pelaku industri hulu migas dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi domestik.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan pengelolaan pasokan, infrastruktur, transmisi, dan distribusi gas bumi guna mendukung kebutuhan energi nasional.
Melalui penguatan kerja sama dengan berbagai pemasok, PGN berupaya membangun portofolio pasokan yang lebih beragam dan fleksibel sehingga mampu menghadapi dinamika kebutuhan energi pada masa mendatang.
PGN sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi serta pengembangan infrastruktur dan layanan energi gas bumi terintegrasi di Indonesia.
Perusahaan mengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi hilir nasional serta menguasai lebih dari 90 persen pasar niaga gas bumi di Indonesia.
Dengan posisi strategis tersebut, PGN terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan, mengembangkan infrastruktur gas bumi, serta mendukung ketahanan energi dan transisi energi nasional.
Melalui tujuh kesepakatan komersial ini, PGN berharap ketersediaan pasokan gas bumi semakin terjaga sehingga kebutuhan pelanggan dari berbagai sektor dapat terpenuhi secara optimal, sekaligus memperkuat peran gas bumi sebagai salah satu penopang ketahanan energi Indonesia.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar