Kabut Asap Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah Sumut, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Aman
Penumpang berjalan di peron stasiun usai turun dari kereta api, dengan petugas dan fasilitas pelayanan penumpang terlihat di area stasiun.
GIMIC.ID, MEDAN — Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut), terutama dalam memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.
KAI Divre I Sumut memastikan pemantauan kondisi udara dan lintasan kereta api terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak kabut asap, khususnya terhadap jarak pandang dan keselamatan perjalanan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan hingga saat ini kondisi karhutla dan sebaran asap yang terpantau di sejumlah wilayah Sumatera Utara belum mengganggu operasional perjalanan kereta api.
"Untuk saat ini, kondisi karhutla dan sebaran asap belum mengganggu perjalanan kereta api di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara. Pemantauan terus dilakukan, dan apabila terdapat perubahan kondisi yang berdampak pada perjalanan, KAI akan segera menyampaikan informasi kepada pelanggan," ujar Anwar.
Anwar menyampaikan, berdasarkan data periode 1-16 September 2026, KAI Divre I Sumut telah mengoperasikan sebanyak 1.022 perjalanan KA penumpang.
Dari jumlah tersebut, tingkat ketepatan waktu keberangkatan tercatat mencapai 100 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan berada di angka 99,2 persen.
"Angka ketepatan waktu untuk kedatangan KA yang cukup tinggi mencerminkan bahwa operasional kereta api di Sumatera Utara masih cukup terjaga di tengah kondisi adanya kabut asap," kata Anwar.
Menurutnya, KAI tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Pemantauan kondisi lintasan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan situasi yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api.
Dalam menjaga keselamatan perjalanan, KAI tidak hanya mengandalkan pandangan visual masinis. Sepanjang jalur kereta api telah dilengkapi dengan berbagai rambu dan tanda keselamatan yang wajib dipatuhi oleh masinis.
Rambu-rambu tersebut menjadi pedoman bagi masinis saat melintas di jalur kereta api, ketika mendekati stasiun, maupun saat kereta berhenti di stasiun untuk proses naik dan turun penumpang.
Keberadaan rambu tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung keselamatan perjalanan, terutama ketika kondisi jarak pandang berpotensi mengalami penurunan akibat kabut asap.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 16 September 2026 pukul 08.20 WIB, asap terdeteksi di sebagian wilayah Sumatera Utara dan bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin.
Sementara itu, sejumlah titik panas (hotspot) pada 15 September 2026 terpantau berada di wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba, dan Tapanuli Selatan.
Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di sejumlah titik berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.
Mengacu pada panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masyarakat dan pelanggan yang berada di wilayah terdampak diimbau mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar ruangan.
Bagi masyarakat yang harus bepergian menuju atau berada di stasiun, pelanggan diimbau menggunakan masker yang sesuai dan terpasang rapat untuk menutupi hidung serta mulut. Masyarakat juga dianjurkan segera mencari bantuan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.
Selain memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat, KAI juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah, lahan, rumput kering, maupun material lainnya di sekitar jalur kereta api.
Pembakaran tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan, tetapi juga dapat memperburuk kondisi jarak pandang masinis apabila asap menyebar ke lintasan kereta api.
"KAI Divre I Sumatera Utara akan terus memantau perkembangan kondisi udara di sepanjang jalur kereta api. Kami mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta mematuhi arahan petugas di stasiun demi kenyamanan bersama," tutup Anwar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar