KAI Sumut Ganti 3.131 Bantalan Kayu dengan Sintetis, Perkuat Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan
Petugas KAI Divre I Sumatera Utara melakukan perawatan dan penggantian bantalan rel pada jembatan kereta api sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan prasarana serta mendukung keselamatan perjalanan kereta api.
GIMIC.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat komitmen terhadap pemeliharaan prasarana perkeretaapian yang aman, andal, sekaligus berwawasan lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengganti bantalan jembatan berbahan kayu dengan bantalan sintetis yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan.
Sepanjang periode 2022 hingga 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah memasang sebanyak 3.131 batang bantalan sintetis sebagai pengganti bantalan kayu pada sejumlah jembatan kereta api di wilayah Sumatera Utara.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penggunaan bantalan sintetis merupakan langkah konkret perusahaan untuk menjaga keandalan prasarana perkeretaapian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap material kayu.
“Selama ini, khususnya pada jembatan kereta api berangka baja, masih menggunakan bantalan dengan material kayu. Seiring dengan semakin terbatasnya pasokan kayu, penggunaan bantalan sintetis ini menjadi solusi inovatif untuk menggantikan bantalan kayu sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Anwar.
Penerapan bantalan sintetis di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara telah dilakukan secara bertahap sejak 2022. Pada tahun tersebut, sebanyak 200 batang bantalan sintetis dipasang, kemudian meningkat menjadi 240 batang pada 2023.
Selanjutnya, pemasangan mencapai 850 batang pada 2024 dan 913 batang pada 2025. Sementara pada 2026, KAI menargetkan pemasangan sebanyak 928 batang yang dijadwalkan rampung sebelum akhir tahun.
Dengan demikian, total akumulasi penggunaan bantalan sintetis sejak 2022 hingga target 2026 mencapai 3.131 batang.
Anwar menjelaskan, bantalan sintetis memiliki sejumlah keunggulan, baik dari sisi teknis maupun lingkungan. Material tersebut memiliki kemampuan peredaman getaran yang setara dengan bantalan kayu, namun mempunyai masa pakai yang jauh lebih panjang, bahkan dapat mencapai lebih dari 50 tahun.
Selain itu, bantalan sintetis memiliki ketahanan terhadap kelembapan, perubahan cuaca ekstrem, serta paparan bahan kimia, termasuk tumpahan oli dan solar. Kondisi tersebut membuat material sintetis tidak mudah lapuk maupun mengalami kerusakan seperti yang berpotensi terjadi pada material kayu.
Keunggulan lainnya adalah sifat elastis material sintetis yang mampu membantu meredam getaran dan kebisingan ketika kereta api melintas di atas jembatan.
Penggunaan material tersebut juga memberikan manfaat ekologis karena dapat mengurangi kebutuhan terhadap kayu sebagai bahan konstruksi prasarana perkeretaapian.
“Semakin banyak bantalan sintetis yang kita gunakan, semakin banyak pohon yang dapat diselamatkan dari penebangan. Dengannya, ribuan pohon berhasil kita selamatkan. Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan KAI untuk mewujudkan bumi yang lebih hijau,” tegas Anwar.
Pada 2026, pekerjaan penggantian bantalan kayu dengan material sintetis difokuskan pada 28 lokasi jembatan yang tersebar di sejumlah lintas kereta api di wilayah operasional KAI Divre I Sumatera Utara.
Sejumlah lintas tersebut antara lain Medan–Tanjung Balai, Kisaran–Rantau Prapat, Medan–Binjai, serta Tebing Tinggi–Kisaran.
Penggantian bantalan dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan kondisi prasarana tetap dalam keadaan optimal sehingga mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam mengembangkan transportasi massal yang tidak hanya mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Di samping menjamin keandalan dan keselamatan perjalanan kereta api, pemeliharaan prasarana berbasis material ramah lingkungan ini sekaligus menjadi komitmen KAI Divre I Sumatera Utara dalam menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian ekosistem hutan secara berkelanjutan,” tutup Anwar.
Penggunaan bantalan sintetis menjadi salah satu bentuk inovasi KAI dalam mengintegrasikan aspek keselamatan, efisiensi pemeliharaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan penerapan material yang memiliki usia pakai lebih panjang, KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menghadirkan layanan transportasi kereta api yang semakin andal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar