Stasiun Perlanaan Topang Mobilitas Warga Simalungun dan Perkuat Distribusi Logistik Sumatera Utara
Kereta api penumpang berhenti di Stasiun Perlanaan, Kabupaten Simalungun, melayani aktivitas naik dan turun penumpang. Pada Semester I 2026, stasiun ini melayani 55.077 pelanggan sekaligus menjadi simpul strategis distribusi logistik yang menghubungkan KEK Sei Mangkei dengan Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung. (Foto: KAI Divre I Sumatera Utara)
GIMIC.ID, SIMALUNGUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat peran Stasiun Perlanaan sebagai simpul strategis transportasi penumpang sekaligus pusat distribusi logistik di wilayah Sumatera Utara. Selain melayani mobilitas masyarakat, stasiun ini juga menjadi penghubung penting bagi arus barang dari kawasan industri menuju pelabuhan internasional.
Pada Semester I 2026, KAI Divre I Sumatera Utara mencatat sebanyak 55.077 pelanggan menggunakan layanan kereta api di Stasiun Perlanaan. Jumlah tersebut meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan Stasiun Perlanaan memiliki posisi yang sangat strategis karena menghubungkan layanan angkutan penumpang dengan distribusi logistik industri.
"Stasiun Perlanaan berada di posisi vital yang menghubungkan angkutan penumpang dan logistik industri. Melalui KA Putri Deli dan KA Sribilah Utama, masyarakat mendapat kemudahan mobilitas, sementara di sisi angkutan barang, stasiun ini menjadi simpul penggerak distribusi komoditas utama daerah," ujar Anwar.
Stasiun yang berada di Desa Perlanaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun tersebut memiliki konektivitas langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Dari stasiun ini, layanan KA Peti Kemas mengangkut berbagai komoditas industri dari KEK Sei Mangkei menuju dua pelabuhan utama di Sumatera Utara, yakni Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung.
Tak hanya melayani peti kemas, Stasiun Perlanaan juga memegang peranan penting dalam rantai pasok minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Stasiun ini terhubung dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Gunung Bayu sebagai titik muat CPO sebelum dikirim ke pelabuhan. Selain itu, stasiun ini juga melayani pengangkutan CPO dari sejumlah PKS menuju KEK Sei Mangkei sebagai bahan baku produksi bagi para tenant di kawasan industri tersebut.
"Melalui layanan komoditas petikemas dan CPO ini, Stasiun Perlanaan secara nyata menghubungkan potensi industri daerah di Simalungun langsung ke pasar global dan pelabuhan internasional," jelas Anwar.
Di sektor angkutan penumpang, Stasiun Perlanaan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Pada Semester I 2024, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 42.665 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 50.645 pelanggan pada Semester I 2025 atau tumbuh 19 persen, kemudian kembali naik menjadi 55.077 pelanggan pada Semester I 2026 atau tumbuh 9 persen.
Menurut Anwar, peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kereta api sebagai moda transportasi pilihan masyarakat, khususnya bagi warga Simalungun bagian timur dan para pekerja di kawasan KEK Sei Mangkei.
"Layanan angkutan penumpang di stasiun ini memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat sekitar dan pekerja KEK Sei Mangkei, baik untuk urusan pekerjaan maupun pribadi, dengan konektivitas yang lebih mudah menuju Kota Medan dan Bandara Internasional Kualanamu, sehingga turut mendukung aktivitas ekonomi kawasan," katanya.
Saat ini, Stasiun Perlanaan melayani dua perjalanan kereta api utama, yaitu KA Putri Deli dengan relasi Medan–Tanjungbalai pulang pergi (PP) serta KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantauprapat PP. Kehadiran kedua layanan tersebut memberikan akses transportasi yang lebih cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat menuju berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.
KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Perlanaan agar mampu menjalankan fungsi ganda sebagai pusat mobilitas masyarakat dan simpul distribusi logistik yang semakin optimal.
"KAI Divre I Sumut akan terus meningkatkan pelayanan di Stasiun Perlanaan agar perannya sebagai simpul mobilitas masyarakat dan pusat distribusi logistik semakin optimal. Melalui layanan yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu, kami berharap stasiun ini dapat terus mendukung konektivitas masyarakat, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara," tutup Anwar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar