Bank Indonesia dan Pemprov Sumut Perkuat Sinergi Dorong UMKM Naik Kelas melalui Karya Kreatif Sumatera Utara 2026
Perwakilan UMKM binaan Bank Indonesia menandatangani nota kesepahaman (business matching) perdagangan ekspor bersama agregator serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara pada puncak Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Delipark Mall, Medan, Sabtu (25/7/2026).
GIMIC.ID, MEDAN – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali memperkuat komitmen dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 yang digelar di Delipark Mall, Medan.
Puncak kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) ditandai dengan penandatanganan kontrak perdagangan antara pelaku UMKM, agregator, sektor perhotelan dan restoran, serta pelaksanaan business matching pembiayaan bersama perbankan yang telah berlangsung sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono, Gubernur Sumatera Utara M. Afif Bobby Nasution, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa.
Momentum tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dunia usaha, serta sektor perbankan dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM agar semakin kompetitif dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional.
Mengusung semangat memperkuat ekosistem UMKM yang berdaya saing, KKSU 2026 menghadirkan lebih dari 300 UMKM unggulan dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Berbagai agenda unggulan turut mewarnai penyelenggaraan KKSU 2026, mulai dari Sumatra Coffee Journey sebagai etalase kopi berskala internasional, Medan Fashion Trend yang menampilkan kolaborasi industri fesyen berbasis wastra Nusantara, hingga Pameran Kuliner Khas Sumatera Utara yang memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat, pelaku usaha, investor, dan pembeli potensial dari dalam maupun luar negeri.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, menegaskan bahwa Bank Indonesia terus menjalankan strategi penguatan UMKM secara terintegrasi melalui pembiayaan, peningkatan kapasitas, dan digitalisasi.
"Melalui KKSU, Bank Indonesia menjalankan tiga strategi utama dalam pengembangan UMKM, yaitu mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas melalui kebijakan likuiditas makroprudensial, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pengembangan termasuk MANGULOSI, serta memperluas digitalisasi pembayaran untuk memperkuat efisiensi transaksi dan inklusi keuangan," ujarnya.
Menurut Thomas, penguatan produk UMKM lokal memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan daya saing produk lokal diyakini akan semakin memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Utara M. Afif Bobby Nasution mengapresiasi dukungan Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM.
"Kolaborasi yang erat antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam memperkuat promosi produk-produk unggulan daerah melalui berbagai event strategis. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian Sumatera Utara," kata Bobby.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengatakan KKSU kini telah berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai mitra usaha, lembaga keuangan, komunitas, asosiasi, hingga calon pembeli.
"KKSU bukan sekadar ajang promosi produk UMKM, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat sinergi antara pelaku usaha dengan berbagai mitra strategis sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM Sumatera Utara semakin naik kelas di pasar nasional maupun global," ujarnya.
Rangkaian KKSU 2026 berlangsung sejak 15 hingga 26 Juli 2026.
Selama penyelenggaraannya, kegiatan tersebut berhasil mencatat business matching perdagangan senilai Rp83 miliar antara UMKM dengan global buyer, agregator, serta sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
Selain itu, turut terealisasi komitmen pembiayaan UMKM sebesar Rp22 miliar yang berasal dari perbankan dan lembaga keuangan nonbank.
Sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, pembukaan KKSU 2026 juga dimeriahkan dengan peragaan busana karya desainer Gregorius Vici dari Indonesia Fashion Chamber (IFC) yang mengangkat keindahan wastra khas Sumatera Utara dalam balutan desain modern.
Pagelaran tersebut menjadi simbol sinergi antara pelestarian budaya, inovasi industri kreatif, dan pengembangan ekonomi daerah yang diharapkan mampu melahirkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar