Perkuat Kinerja UPT Pemasyarakatan di Langkat, Kakanwil Ditjenpas Sumut Lakukan Bintorwasdal di Lapas Narkotika Langkat

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, menyerahkan cendera mata kepada Plt. Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat Yan Patmos usai memberikan penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan dalam kegiatan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) di Aula Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, Sabtu (18/7/2026).

GIMIC.ID, LANGKAT – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, melaksanakan kegiatan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Langkat, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai standar.

Kedatangan Kakanwil disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat Yan Patmos, Kepala Lapas Pemuda Kelas III Langkat Kenal Purba, Kepala Rumah Tahanan Negara Tanjung Pura Fransisco Pandia, beserta jajaran petugas pemasyarakatan di wilayah Kabupaten Langkat.

Dalam kunjungannya, Jalu Yuswa Panjang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap sejumlah fasilitas utama di lingkungan Lapas Narkotika Langkat. Peninjauan diawali di Dapur Sehat, guna memastikan kualitas penyelenggaraan makanan bagi warga binaan tetap memenuhi standar, mulai dari cita rasa, penyajian, proses pengolahan, hingga aspek kebersihan dan sanitasi dapur.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil meminta agar dilakukan pembaruan sejumlah fasilitas dapur untuk meningkatkan keamanan kerja sekaligus meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan kerja.

Selanjutnya, ia meninjau area brandgang atau jalur pengamanan di sekitar blok hunian. Menanggapi kondisi lantai brandgang yang mengalami penurunan dan berpotensi menimbulkan genangan saat hujan, Kakanwil menginstruksikan jajaran struktural agar segera melakukan perbaikan sehingga tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas di dalam lapas.

Selain aspek keamanan, perhatian juga diberikan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan yang mendukung ketahanan pangan dan pengembangan usaha produktif. Kakanwil meninjau berbagai unit produksi, seperti pembuatan tempe, roti, kerajinan tangan, hingga layanan laundry, pangkas rambut, dan mebel.

Menurutnya, program pembinaan tersebut harus terus dikembangkan dengan meningkatkan kualitas dan memperluas pemasaran produk agar mampu bersaing di pasar serta memberikan nilai tambah bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Dalam rangka memastikan pelayanan kepada warga binaan berjalan optimal, Jalu Yuswa Panjang juga memasuki blok hunian untuk melihat langsung kondisi kamar, kebersihan lingkungan, serta berdialog dengan warga binaan.

Melalui dialog tersebut, ia mendengarkan berbagai aspirasi sekaligus memastikan hak-hak warga binaan, seperti pelayanan kesehatan, konsumsi, dan kebutuhan dasar lainnya, terpenuhi secara layak dan humanis.

Usai melakukan peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda penguatan kepada seluruh jajaran pemasyarakatan di Aula Lapas Narkotika Langkat.

Dalam sambutannya, Plt. Kalapas Narkotika Langkat Yan Patmos menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kakanwil Ditjenpas Sumut. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran siap menindaklanjuti hasil evaluasi dan arahan yang diberikan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat tata kelola organisasi.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang dalam arahannya menyampaikan sejumlah poin strategis yang harus menjadi perhatian seluruh petugas.

Ia mengingatkan pentingnya menindaklanjuti program APIP SIAGA (Konsultansi dan Menjaga Akuntabilitas) yang digagas Inspektorat Jenderal sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan internal dan peningkatan akuntabilitas di lingkungan pemasyarakatan.

Pada aspek keamanan, Jalu menegaskan kembali kebijakan larangan keras bagi seluruh petugas membawa telepon genggam pribadi maupun barang-barang terlarang ke dalam blok hunian.

Sebagai solusi untuk mendukung pelaksanaan tugas, petugas akan difasilitasi perangkat tablet operasional yang digunakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Selain itu, pengawasan di Pintu Pengamanan Utama (P2U) diminta semakin diperketat melalui sistem pemeriksaan berlapis guna mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.

Kakanwil juga menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan pelanggaran disiplin di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menekankan bahwa tidak akan ada toleransi bagi petugas yang terbukti terlibat jaringan narkoba ataupun melakukan penyelundupan telepon genggam ke dalam lapas. Sanksi tegas akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di akhir arahannya, Jalu Yuswa Panjang mengingatkan seluruh petugas agar selalu mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas, membangun komunikasi yang baik dengan warga binaan, serta mengoptimalkan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

"Kita hadir di sini bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi kita mau bersama-sama menjadi lebih baik," tegas Jalu Yuswa Panjang.

Melalui kegiatan Bintorwasdal ini, diharapkan seluruh UPT Pemasyarakatan di Kabupaten Langkat semakin meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat program pembinaan dan ketahanan pangan, menjaga integritas seluruh petugas, serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, profesional, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-Avid)
.

Komentar

Loading...