PDM Kota Medan Desak Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Penganiayaan Penjaga Masjid Taqwa Muhammadiyah Percut Sei Tuan
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan bersama unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), dan tim LBH-AP PDM Kota Medan menggelar pertemuan terkait dugaan penganiayaan terhadap penjaga Masjid Taqwa Muhammadiyah di Percut Sei Tuan. Dalam kesempatan itu, PDM Medan mendesak Polrestabes Medan segera menangkap para pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut. (Foto: Istimewa)
GIMIC.ID, MEDAN – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan mendesak Polrestabes Medan segera menangkap pelaku dugaan penganiayaan terhadap penjaga Masjid Taqwa Muhammadiyah di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Peristiwa tersebut dinilai telah mengganggu rasa aman masyarakat dan mencederai kesucian tempat ibadah.
Desakan tersebut disampaikan Ketua PDM Kota Medan, Maulana Siregar, MA, melalui Wakil Ketua Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP), serta LBH-AP PDM Kota Medan, Eka Putra Zakran, SH., MH, pada Jumat (17/7/2026).
Eka meminta Kapolrestabes Medan memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dengan memerintahkan jajarannya segera menangkap seluruh terduga pelaku.
"Atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, kami mendesak Kapolrestabes Medan agar memerintahkan jajarannya segera menangkap pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan dan/atau pencurian dengan kekerasan yang terjadi di kompleks Masjid Taqwa Muhammadiyah. Insiden ini tidak bisa dibiarkan karena telah menjadi perhatian serius Muhammadiyah Kota Medan," ujar Eka.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan PDM Kota Medan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di Kompleks Masjid Taqwa Muhammadiyah, Jalan Perintis III, Kecamatan Percut Sei Tuan.
PDM menyebut, sejumlah orang yang diduga dipimpin seseorang berinisial Ali bersama beberapa rekannya memasuki area kompleks masjid. Dugaan penganiayaan itu disebut berawal dari persoalan dugaan pencurian tiang WiFi di halaman masjid yang sebelumnya diketahui korban dan telah diberitahukan kepada warga sekitar.
Korban diketahui bernama Madan Surbakti, yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga Masjid Taqwa Muhammadiyah Percut Sei Tuan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga mengalami pendarahan. PDM menyebut korban diduga dipukul menggunakan benda keras berupa besi.
Eka Putra Zakran menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas agar memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya jamaah masjid.
Menurutnya, tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan tempat ibadah merupakan peristiwa yang sangat meresahkan dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
"Untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat, pelaku wajib segera ditangkap. Peristiwa ini sangat meresahkan, apalagi terjadi di kompleks Masjid Muhammadiyah. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi jamaah yang hendak beribadah maupun masyarakat di sekitarnya. Karena itu kami memohon atensi dan tindakan serius dari aparat kepolisian," tegasnya.
PDM Kota Medan berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut, menangkap seluruh pelaku yang terlibat, serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polrestabes Medan terkait perkembangan penanganan kasus maupun penangkapan terhadap pihak yang disebut dalam pernyataan PDM Kota Medan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar