Bapenda Kota Medan Tampilkan QRESTO sebagai Best Practice pada Capacity Building TP2DD Regional Sumatera 2026
Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah Bapenda Kota Medan, Popy Maya Syafira, memaparkan inovasi QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) saat menjadi narasumber pada kegiatan Capacity Building TP2DD Regional Sumatera 2026 di Palembang.
GIMIC.ID, PALEMBANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital di sektor perpajakan daerah. Kali ini, Bapenda Kota Medan dipercaya menjadi narasumber pada kegiatan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Regional Sumatera Tahun 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Senin (14/7).
Kegiatan bertema "Meningkatkan Kapasitas TP2DD untuk Memperkuat Ekosistem Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah" tersebut diikuti oleh pemerintah daerah dari seluruh wilayah Sumatera. Forum ini bertujuan memperkuat implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) sekaligus mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Medan, Dr. M. Agha Novrian, S.STP., M.Si., diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah, Popy Maya Syafira, yang hadir sebagai narasumber untuk memaparkan berbagai inovasi digital yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Medan.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan peserta adalah QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization), sebuah sistem pembayaran pajak daerah berbasis split payment yang mengintegrasikan transaksi QRIS dengan penyetoran pajak secara otomatis.
Melalui sistem tersebut, pembayaran oleh konsumen dapat langsung memisahkan nilai transaksi dengan komponen pajak daerah secara otomatis. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mengoptimalkan penerimaan pajak daerah sekaligus mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.
Selain memperkenalkan QRESTO, Bapenda Kota Medan juga memaparkan berbagai strategi digitalisasi layanan perpajakan daerah yang telah diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta memperkuat sistem pengawasan penerimaan daerah.
Popy Maya Syafira menjelaskan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak terlepas dari sinergi yang dibangun antara Pemerintah Kota Medan, Bank Indonesia, sektor perbankan, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola penerimaan daerah yang semakin transparan, efektif, akuntabel, serta mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah.
Melalui forum Capacity Building TP2DD Regional Sumatera ini, Pemerintah Kota Medan juga memanfaatkan kesempatan untuk berbagi praktik terbaik (best practice) sekaligus menyerap berbagai inovasi dari pemerintah daerah lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan optimalisasi pendapatan daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama 14–16 Juli 2026 tersebut menjadi wadah strategis bagi seluruh anggota TP2DD di wilayah Sumatera untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas kolaborasi antardaerah, serta memperkuat implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
Keikutsertaan Bapenda Kota Medan sebagai narasumber sekaligus penyaji praktik terbaik dalam forum regional ini semakin menegaskan posisi Kota Medan sebagai salah satu daerah yang aktif menghadirkan inovasi digital dalam pengelolaan pajak daerah serta mendukung percepatan digitalisasi layanan publik di Indonesia.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar