KAI Sumut Pastikan Operasional Kereta Api Tetap Normal Meski Sempat Terjadi Blackout
Penumpang turun dari kereta api di salah satu stasiun wilayah Sumatera Utara, Sabtu (23/5/2026). PT KAI Divre I Sumatera Utara memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api tetap berjalan normal dan aman meski terjadi pemadaman listrik massal di wilayah Sumatera Bagian Utara.
GIMIC.ID, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara tetap berjalan aman dan normal meski sempat terjadi pemadaman listrik massal yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera Bagian Utara sejak Jumat malam (22/5/2026).
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa gangguan pemadaman listrik dari pihak penyedia energi tidak memengaruhi grafik perjalanan kereta api, baik untuk jadwal keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
“Meski terjadi pemadaman, operasional KA di Sumatera Utara tetap aman. Untuk keberangkatan dan kedatangan KA pasca-pemadaman Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB hingga Sabtu (23/5) pukul 07.30 WIB, seluruh perjalanan kereta api berjalan tepat sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Anwar.
Ia menjelaskan, pelayanan kereta api penumpang di sejumlah stasiun utama seperti Stasiun Medan, Stasiun Tanjungbalai, Stasiun Siantar, dan Stasiun Rantauprapat tetap terakomodasi dengan baik tanpa mengalami keterlambatan perjalanan.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi darurat, KAI Divre I Sumatera Utara telah menyiagakan sistem pembangkit listrik cadangan atau genset di sejumlah titik operasional. Fasilitas tersebut berfungsi menyuplai energi untuk alat komunikasi, sistem persinyalan, hingga kebutuhan pelayanan langsung kepada pelanggan di area stasiun.
“Pada saat terjadi pemadaman, pembangkit memerlukan beberapa waktu untuk menyala dan menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan untuk kebutuhan seperti penerangan, penyejuk ruangan, maupun fasilitas lainnya. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang sempat mengalami ketidaknyamanan selama proses peralihan sumber energi tersebut,” tambahnya.
Selain mengandalkan genset konvensional, KAI Divre I Sumatera Utara juga didukung sistem energi terbarukan melalui operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Medan. Panel surya tersebut aktif menghasilkan energi untuk mendukung operasional siang hari sekaligus mengisi daya baterai cadangan yang dapat digunakan saat terjadi gangguan listrik pada malam hari.
Hingga Sabtu pagi pukul 08.00 WIB, sejumlah stasiun dilaporkan telah kembali mendapatkan pasokan listrik normal, meskipun beberapa stasiun lainnya masih mengalami pemadaman. Meski demikian, KAI memastikan kondisi tersebut tidak mengurangi kualitas pelayanan maupun mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
“Kami mengimbau masyarakat Sumatera Utara yang telah merencanakan perjalanan menggunakan kereta api tidak perlu khawatir. Seluruh armada kereta api tetap beroperasi normal dengan komitmen pelayanan dan keselamatan yang maksimal,” pungkas Anwar.
KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan layanan transportasi publik di tengah situasi darurat, termasuk melalui penguatan sistem cadangan energi dan pemanfaatan teknologi energi ramah lingkungan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar