Kiprah Zulkarnaen Pasaribu Sosok Legenda PSMS Medan

Pada 7 Juli 1975 klub besar Eropa asal Belanda Ajax Amsterdam yang sukses menjadi Juara Champions Cup 1971,1972 dan 1973 berkunjung ke Medan dan berhadapan dengan PSSI Wilayah I yang bermaterikan 90% bintang – bintang PSMS. Skuad Ajax dihuni sejumlah nama tenar seperti kiper Heinz Stuy, Barry Hullshoff, Gerie Muhren, Arie Haan, Ruud Krol, Jhony Rep, Wim Suurbier, Ruud Gels, Horst Blankenburg dan Jan Mulder yang pada 1971 – 1973 sukses membawa Ajax berjaya di Eropa.

Kapten kesebelasan Bintang Utara Zulkarnain Pasaribu menerima Piala dari Pengurus PSMS Drs. Masrikan, usai menjuarai Kompetisi Kelas Utama PSMS Medan 1976

Namun PSSI Wilayah I tidak gentar menghadapi nama besar Ajax. Dan ternyata PSSI Wilayah I sukses menaklukkan Ajax dengan skor 4-2.Salah satu gol kemenangan PSSI Wilayah I dicetak dengan indah oleh Zulkarnaen Pasaribu. Saat itu dalam turnya ke Indonesia hanya PSSI Wilayah I (PSMS Plus) yang sukses menaklukkan Ajax.

Kesuksesan ini kian membuat PSMS makin mantap menghadapi putaran Final Kejurnas PSSI 1975. Dan akhirnya PSMS tampil di Final menghadapi Persija. Sayang dalam final yang berlangsung panas itu terjadi insiden perkelahian yang melibatkan pemain kedua tim. Akhirnya PSMS dan Persija diputuskan menjadi Juara Bersama Kejurnas PSSI 1975.Dan ini untuk kali keempat PSMS menjadi Juara Kejurnas PSSI.
Seusai final tersebut Zulkarnaen Pasaribu terus berkiprah bersama PSMS.Pada awal 1978 akhirnya Zulkarnaen Pasaribu memutuskan untuk mundur sebagai pesepakbola.

Keberhasilan sebagai pemain di PSMS membuat Zulkarnaen Pasaribu sempat beberapa kali mendapat panggilan Timnas pada 1968. Namun sayangnya penampilannya tidak maksimal karena seringkali dimainkan diluar posisi aslinya di PSMS. Demikian juga pada era 70-an dirinya sempat dipanggil Timnas namun Zulkarnaen Pasaribu memilih mundur. Pelatih asal Belanda Wiel Coerver bahkan sempat heran ketika Zulkarnaen Pasaribu memilih mundur karena Coerver menilai Zulkarnaen Pasaribu punya kemampuan yang cukup baik.

Pertandingan PS.Perisai dan PS.Bintang Utara dalam Kompetisi Divisi Utama PSMS era 70-an.Tampak dalam foto bintang Perisai Yuswardi dan Taufik Lubis serta bintang PS Bintang Utara Zulkarnaen Pasaribu dan Sunardi B

Sesudah mundur jadi pemain Zulkarnaen Pasaribu tidak bisa jauh dari sepakbola dan memutuskan menjadi pelatih di Bintang Utara.
Tangan dingin Zulkarnaen Pasaribu juga tampak ketika melatih di Bintang Utara.Beberapa kali Bintang Utara di bawah asuhannya sukses menjadi Juara kompetisi Divisi Utama PSMS. Beberapa bintang mudapun muncul dan berkembang dalam asuhannya seperti : M.Nurdin, Hadi Sakiman, Zulkifli Yus, Eddy Harto, Benny Van Breukelen, Syaiful Ramadhan, Taufik Azhari, Zulkarnaen Lubis, Jaya Hartono, Ronny Syaifuddin, Dasrul Bahri, Sari Azhar Tanjung dll.

Kiprah Zulkarnaen Pasaribu yang sukses menjadi pelatih di Bintang Utara membuatnya diminta menangani PSMS menghadapi Divisi Utama Perserikatan PSSI 1982/1983 bersama Wibisono dan Parlin Siagian.

Tangan dingin ketiga sosok legenda PSMS ini membuat PSMS tampil hebat walau saat itu tampil dengan finansial terbatas. Akhirnya di Final yang berlangsung 10 November 1983 PSMS sukses menjadi Juara setelah menaklukkan Persib 3-2 melalui adu penalti setelah pada babak normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 0-0.

Kesuksesan ini membuat Wibisono, Zulkarnaen Pasaribu dan Parlin Siagian mencatat sejarah sebagai bintang PSMS pertama yang sukses membawa PSMS menjadi Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI sebagai pemain dan pelatih.Wibisono sukses membawa PSMS Juara pada 1967 dan 1971.Zulkarnaen Pasaribu sukses membawa PSMS Juara pada 1967,1971 dan 1975.Dan Parlin Siagian sukses membawa PSMS Juara pada 1975.

Pada era galatama Zulkarnaen Pasaribu menangani Medan Jaya pada 1987 - 1989.Setelah itu dirinya menangani Pupuk Kaltim. Beberapa anak asuhnya di Medan Jaya seperti : Dasrul Bahri, Sukamto, Mansyur, Amran, Saiman, Musfadli, Amir Yusuf Pohan dan Budi Utomo ikut dibawa memperkuat Pupuk Kaltim. Ketika di Pupuk Kaltim ini Zulkarnaen Pasaribu sempat menangani Fakhri Husaini, Yudi Kuncahyo, Agus Udin, Yonas Sawor, Ali Sunan, Salmon Kabarek, Syamsuddin Batola, Johny Rining, Agusman Riyadi, Fecky Lasut, kiper Sumardi dll.

Di bawah asuhan Zulkarnaen Pasaribu Pupuk Kaltim yang baru berdiri pada 18 Juni 1988 ini sukses menjadi Runner Up Galatama 1992 dan 1993. Pupuk Kaltim juga dibawa Zulkarnaen Pasaribu lolos ke Semifinal Winners Asia Cup 1991/1992.Sayang di Semifinal ini Pupuk Kaltim takluk dari klub Jepang Nissan FC (kini Yokohama F. Marinos) yang akhirnya tampil sebagai Juara.

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...