KAI Divre I Sumut Tambah Perjalanan KA Datuk Blambangan, Tebing Tinggi–Siantar Jadi 8 Kali Sehari
Kereta Api Datuk Blambangan melayani perjalanan relasi Stasiun Tebing Tinggi–Stasiun Siantar. Mulai 1 Desember 2026, KAI Divre I Sumatera Utara menambah frekuensi perjalanan menjadi delapan kali sehari untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
GIMIC.ID, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) menambah frekuensi perjalanan Kereta Api (KA) Datuk Blambangan relasi Stasiun Tebing Tinggi–Stasiun Siantar mulai 1 Desember 2026.
Penambahan jadwal tersebut dilakukan untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mengakomodasi tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Tebing Tinggi, Pematangsiantar, dan sekitarnya.
Dengan kebijakan baru ini, layanan kereta api pada lintas Tebing Tinggi–Siantar yang sebelumnya hanya dilayani empat perjalanan kereta api penumpang per hari, kini meningkat menjadi delapan perjalanan setiap harinya atau bertambah dua kali lipat.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penambahan frekuensi perjalanan tersebut merupakan respons perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi.
"Penambahan perjalanan ini merupakan upaya KAI Divre I Sumut untuk semakin mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat dan mengakomodasi kebutuhan mobilitas yang tinggi. Kami ingin memastikan kereta api tidak hanya menjadi sarana perjalanan antarkota, tetapi juga mendukung aktivitas harian warga," ujar Anwar.
Berikut Jadwal Terbaru KA Datuk Blambangan
Mulai 1 Desember 2026, masyarakat yang bepergian dari Tebing Tinggi menuju Siantar memiliki dua pilihan jadwal keberangkatan setiap hari.
Untuk perjalanan siang, KA Datuk Blambangan berangkat dari Stasiun Tebing Tinggi pukul 11.20 WIB dan tiba di Stasiun Siantar pukul 12.15 WIB. Sementara perjalanan sore berangkat pukul 18.20 WIB dan tiba pukul 19.15 WIB.
Adapun untuk perjalanan dari Siantar menuju Tebing Tinggi, tersedia dua jadwal keberangkatan, yakni pukul 12.50 WIB dengan waktu kedatangan pukul 13.45 WIB, serta keberangkatan pukul 20.35 WIB yang tiba di Stasiun Tebing Tinggi pukul 21.30 WIB.
Penambahan jadwal ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, aktivitas ekonomi, maupun kunjungan keluarga.
Permudah Perjalanan Medan–Pematangsiantar
Tidak hanya meningkatkan konektivitas Tebing Tinggi dan Pematangsiantar, penambahan perjalanan KA Datuk Blambangan juga memberikan alternatif perjalanan lanjutan bagi masyarakat dari Kota Medan menuju Pematangsiantar maupun sebaliknya.
Masyarakat dari Medan yang ingin bepergian pada pagi hari dapat memanfaatkan KA Putri Deli dengan keberangkatan pukul 07.15 WIB dari Stasiun Medan menuju Stasiun Tebing Tinggi. Selanjutnya, penumpang dapat melakukan transit untuk melanjutkan perjalanan menggunakan KA Datuk Blambangan pukul 11.20 WIB menuju Stasiun Siantar.
Sementara untuk perjalanan kembali dari Pematangsiantar menuju Medan pada malam hari, masyarakat dapat menggunakan KA Datuk Blambangan dari Stasiun Siantar pukul 20.35 WIB dan tiba di Stasiun Tebing Tinggi pukul 21.30 WIB.
Perjalanan kemudian dapat dilanjutkan menggunakan KA Putri Deli dengan jadwal keberangkatan pukul 21.53 WIB menuju Medan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa penambahan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata di Sumatera Utara.
"Pematangsiantar sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan destinasi wisata di Sumatera Utara memiliki daya tarik tinggi. Dengan tarif terjangkau sebesar Rp5.000 per penumpang, hadirnya penambahan relasi ini tidak hanya mendukung mobilitas rutin, tetapi juga mendorong pergerakan wisata dan kunjungan keluarga," tambah Anwar.
Telah Layani 72.050 Pelanggan
Sebagai informasi, KA Datuk Blambangan pertama kali dioperasikan pada 2 Desember 2022 dengan melayani rute Stasiun Tebing Tinggi–Lalang, seiring dengan beroperasinya jalur kereta api Bandar Tinggi–Kuala Tanjung.
Kereta api kelas ekonomi tersebut dioperasikan menggunakan satu rangkaian yang terdiri atas tiga kereta dengan kapasitas total 224 tempat duduk.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan KA Datuk Blambangan juga tercermin dari jumlah pelanggan yang telah dilayani. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, kereta api tersebut tercatat mengangkut sebanyak 72.050 pelanggan pada lintas operasionalnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi KAI dalam mengembangkan layanan transportasi kereta api yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Anwar menegaskan, KAI Divre I Sumatera Utara akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas akses transportasi publik yang aman, nyaman, serta terjangkau.
"KAI Divre I Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan transportasi publik. Dukungan masyarakat dalam menggunakan transportasi massal menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem mobilitas yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Sumatera Utara," pungkasnya.
Dengan penambahan frekuensi perjalanan ini, KAI berharap konektivitas antardaerah semakin baik, mobilitas masyarakat semakin mudah, serta potensi ekonomi dan pariwisata di wilayah Sumatera Utara dapat terus berkembang.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar