Bantah Intimidasi Nenek Nani, Kepala SPPG Rampah Kiri Siap Perbaiki Saluran Air

Tampak depan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rampah Kiri di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, yang menjadi lokasi keluhan warga terkait genangan air berwarna hitam dan dugaan aliran limbah ke halaman rumah.

GIMIC.ID, SERGAI – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rampah Kiri, Rico Hartono Hutagaol, membantah tudingan melakukan intimidasi terhadap Nani (76), warga Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang mengeluhkan genangan air berwarna hitam dan dugaan aliran limbah hingga ke halaman rumahnya.

Rico menegaskan dirinya tidak pernah melakukan intimidasi maupun tekanan terhadap warga tersebut. Ia juga menyatakan pihak SPPG bersedia mencari solusi atas keluhan yang disampaikan, termasuk membantu memperbaiki saluran air yang dinilai bermasalah.

Pernyataan itu disampaikan Rico kepada awak media, Senin (26/10/2026), di sekitar lokasi SPPG yang dikelola Yayasan Bintang Cahaya Indonesia.

Terkait genangan air keruh di belakang bangunan SPPG, Rico menduga kondisi tersebut dipicu air hujan dan aliran air dari sekitar rumah warga. Menurutnya, genangan itu bukan berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang saat ini masih digunakan.

“Setelah kita cek, bagian belakang IPAL yang sudah tidak digunakan lagi itu, air di pinggirannya jernih. Saat ini musim penghujan, sehingga genangan di belakang IPAL diduga berasal dari air hujan dan aliran dari belakang rumah warga,” ujar Rico.

Ia menjelaskan, IPAL yang masih beroperasi berada di bagian depan bangunan SPPG. Air buangan dari fasilitas tersebut, kata dia, dialirkan melalui saluran di bagian depan menuju Sungai Pekong.

Meski membantah dugaan bahwa genangan berasal dari limbah dapur, Rico menyatakan pihaknya telah menerima keluhan warga dan siap berkoordinasi untuk mencari jalan keluar.

“Keluhan sudah kita terima dan kita cari solusinya. Kita juga siap membantu perbaikan saluran tersebut,” katanya.

Rico menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan pengembangan dan pembenahan fasilitas dapur hingga ke bagian belakang bangunan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan fasilitas dengan standar operasional SPPG.

Terkait dugaan intimidasi, Rico kembali menegaskan tidak pernah melakukan tindakan tersebut. Ia menyebut hubungannya dengan Nani selama ini berjalan biasa. Menurut keterangannya, tiga anak Nani juga bekerja di SPPG tersebut.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Serdang Bedagai, Nurhasanah Ritonga, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan ke lokasi dan berkoordinasi dengan Kepala SPPG Rampah Kiri.

Keterangan tersebut disampaikan Nurhasanah saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (26/10/2026).

“Sudah saya monitor ke dapur dan konfirmasi ke KASPPG. IPAL dapur berada di depan, sedangkan IPAL di belakang sudah tidak digunakan lagi oleh dapur. Terkait genangan air di belakang, menurut keterangan KASPPG, diduga akibat curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan awal dari pihak SPPG dan BGN mengenai kondisi genangan air yang dikeluhkan warga. Namun, dugaan sumber genangan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Untuk memastikan penyebab genangan air berwarna hitam dan dugaan aliran limbah, diperlukan pemeriksaan objektif terhadap kondisi saluran pembuangan, fungsi IPAL, serta kualitas air di sekitar lokasi.

Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui apakah genangan benar-benar berasal dari air hujan dan aliran lingkungan sekitar atau terdapat faktor lain yang perlu ditangani.

Selain memastikan sumber genangan, evaluasi teknis juga diperlukan untuk menentukan langkah perbaikan saluran yang tepat agar persoalan serupa tidak berulang dan tidak mengganggu kenyamanan warga.

Keluhan Nani diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi terbuka antara pengelola SPPG, pemerintah setempat, dan instansi terkait. Dengan demikian, persoalan yang muncul dapat diselesaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta di lapangan, sekaligus memberikan kepastian kepada warga yang terdampak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...