PGN Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Penurunan Emisi Subholding Gas Tembus 68.500 Ton
Petugas PGN melakukan kegiatan operasional menggunakan truk pengangkut gas untuk mendukung penyaluran energi kepada pelanggan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PGN dalam menjaga keandalan pasokan gas bumi serta mendukung efisiensi energi dan program dekarbonisasi perusahaan. (Foto: PGN)
GIMIC.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat upaya dekarbonisasi sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan. Hingga Agustus 2026, Subholding Gas Group berhasil merealisasikan penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq), atau 35,3 persen di atas target yang ditetapkan untuk periode tersebut.
Capaian ini menunjukkan perkembangan positif pelaksanaan program dekarbonisasi di lingkungan Subholding Gas Group. Hasil tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi perusahaan untuk memperkuat inisiatif pengurangan emisi pada periode 2027–2030.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, mengatakan bahwa dekarbonisasi telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, menjaga daya saing, serta mengantisipasi risiko iklim dan perkembangan regulasi.
“Capaian penurunan emisi hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan Subholding Gas memberikan hasil positif. Bagi PGN, dekarbonisasi bukan sekadar pemenuhan komitmen lingkungan, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan,” ujar Mirza.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, PGN terus memperkuat implementasi program dekarbonisasi melalui berbagai inisiatif di lingkungan Subholding Gas Group. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain peningkatan efisiensi energi pada fasilitas operasional, pengurangan kehilangan gas (gas loss), serta optimalisasi pemanfaatan energi yang lebih rendah emisi.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kegiatan operasional gas bumi. Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap komitmen pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Secara akumulatif, sejak 2025 hingga Agustus 2026, penurunan emisi Subholding Gas tercatat lebih dari 68.500 tCO₂eq. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 15,7 persen dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pelaksanaan program dekarbonisasi juga dinilai berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Berdasarkan perhitungan program perusahaan, nilai Marginal Abatement Cost (MAC) tercatat sebesar minus 0,19 ribu dolar AS per tCO₂eq.
Nilai MAC yang negatif tersebut mengindikasikan bahwa portofolio inisiatif pengurangan emisi yang dijalankan berpotensi menghasilkan efisiensi biaya sekaligus memberikan manfaat lingkungan.
“Melalui berbagai program efisiensi energi dan optimalisasi operasional, kami berupaya memastikan bahwa agenda pengurangan emisi dapat berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Dengan demikian, dekarbonisasi tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mendukung penguatan fundamental bisnis perusahaan,” jelas Mirza.
Sebagai langkah untuk menjaga kesinambungan pencapaian tersebut, PGN menyelenggarakan Workshop Dekarbonisasi Subholding Gas 2027–2030 pada 7 Oktober 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan PGN dan sejumlah entitas di lingkungan Subholding Gas Group, yakni PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas, PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGN LNG Indonesia, PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, serta PT Gagas Energi Indonesia.
Workshop tersebut bertujuan menyusun rencana penurunan emisi yang terintegrasi dan selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) periode 2027–2030.
Penyusunan berbagai inisiatif juga mengacu pada ESG Roadmap Subholding Gas 2025–2034 sebagai kerangka pelaksanaan program keberlanjutan perusahaan. Usulan program yang dihasilkan selanjutnya akan difinalisasi dan disampaikan kepada manajemen agar implementasinya dapat berjalan secara terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurut Mirza, keterlibatan seluruh entitas Subholding Gas Group menjadi faktor penting untuk memastikan program dekarbonisasi dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.
“Dekarbonisasi bukan lagi sekadar menurunkan emisi, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menjaga efisiensi dan daya saing, memitigasi risiko iklim dan regulasi, serta menjawab ekspektasi investor, pelanggan, dan masyarakat. Melalui kolaborasi seluruh entitas Subholding Gas Group, kami berkomitmen memperkuat pelaksanaan inisiatif dekarbonisasi yang terukur dan berkelanjutan,” tutup Mirza.
Melalui penguatan program dekarbonisasi dan kolaborasi lintas entitas, PGN menargetkan upaya pengurangan emisi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi operasional dan penguatan daya saing bisnis. Langkah ini sekaligus mempertegas peran aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam mendukung keberlanjutan bisnis Subholding Gas Group dalam jangka panjang.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar