Ketua PW IKA Alumni BEM Nusantara Sumut Ajak Elite Politik Fokus Bekerja untuk Rakyat, Kritik Jangan Bermuatan Politis
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) BEM Nusantara Provinsi Sumatera Utara, Ari Gusti Syahputra, menyampaikan ajakan kepada seluruh elite politik di Sumatera Utara untuk mengedepankan kepentingan masyarakat, menjaga kondusivitas politik, serta mengutamakan sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
GIMIC.ID, MEDAN – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Alumni BEM Nusantara Provinsi Sumatera Utara, Ari Gusti Syahputra, mengajak seluruh elite politik di Sumatera Utara untuk lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding membangun narasi politik yang dinilai berpotensi mengarah pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara 2029.
Menurut Ari Gusti, dinamika politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Namun, kritik yang disampaikan kepada pemerintah daerah hendaknya tetap mengedepankan objektivitas, data, serta kepentingan publik agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ari Gusti menanggapi kritik yang belakangan ini kerap disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ricky Antony, terhadap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
"Kami menghormati fungsi pengawasan yang dimiliki DPRD sebagai bagian dari mekanisme checks and balances dalam pemerintahan. Namun, kritik hendaknya disampaikan secara objektif, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan menimbulkan kesan adanya agenda politik jangka panjang," ujar Ari Gusti dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Ia menilai masyarakat saat ini lebih membutuhkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan DPRD dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, mendorong investasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, energi seluruh pemangku kepentingan sebaiknya difokuskan pada upaya memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, bukan pada dinamika politik yang masih jauh waktunya.
"Pilgub Sumatera Utara 2029 masih jauh. Saat ini yang paling penting adalah bekerja untuk rakyat. Mari fokus menjalankan amanah masing-masing daripada membangun dinamika politik yang belum waktunya," tegasnya.
Ari Gusti juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, legislatif, serta elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim politik yang kondusif agar program-program pembangunan di Sumatera Utara dapat berjalan secara optimal.
Ia menilai setiap kebijakan pemerintah perlu diberikan ruang untuk dijalankan dan dievaluasi secara objektif berdasarkan capaian kinerja, bukan semata-mata berdasarkan kepentingan politik.
"Perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari fungsi kontrol. Namun, kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan politik apa pun," katanya.
Ari berharap seluruh tokoh politik di Sumatera Utara dapat terus membangun komunikasi yang sehat dan mengedepankan kolaborasi demi percepatan pembangunan daerah.
"Sumatera Utara membutuhkan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan agar berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat kolaborasi harus menjadi prioritas dibandingkan memperuncing dinamika politik yang berpotensi memecah perhatian dari agenda pembangunan," pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar