Polisi Ungkap 7 Fakta Baru Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan, Kandungan Gas Metana Jadi Sorotan
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau lokasi ledakan rumah mewah di Perumahan Grand Polonia, Medan, Rabu (22/7/2026). Polisi mengungkap sejumlah temuan baru hasil olah TKP lanjutan, termasuk dugaan kebocoran gas metana yang masih didalami penyebabnya.
GIMIC.ID, MEDAN – Kepolisian mengungkap sejumlah fakta baru terkait penyelidikan kasus ledakan yang menghancurkan sebuah rumah mewah di kawasan Perumahan Grand Polonia, Kota Medan. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor), ditemukan sejumlah temuan penting yang mengarah pada dugaan kebocoran gas metana sebelum ledakan terjadi.
Diketahui, peristiwa ledakan tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara empat orang lainnya berhasil selamat. Hingga kini, penyidik masih terus mendalami penyebab pasti insiden tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap instalasi gas yang terpasang di rumah tersebut.
Berikut tujuh fakta terbaru yang diungkap aparat kepolisian.
1. Polisi Temukan Sejumlah Brankas
Saat melakukan olah TKP lanjutan, petugas menemukan beberapa brankas di dalam rumah mewah bernomor 3B tersebut.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah maupun isi brankas yang ditemukan.
"Ada tadi beberapa yang saya lihat (brankas)," ujar Calvijn, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, seluruh barang yang ditemukan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
2. Labfor Ambil Sampel Udara
Tim Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara juga mengambil sampel udara dari dalam rumah menggunakan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS).
Kasubbid Fisika dan Komputer (Fiskom) Bidang Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan gas metana di dalam bangunan.
"Kalau barang bukti yang kita ambil, hanya sampel udaranya," ujar Roy.
3. Instalasi Gas PGN Terhubung ke Kompor dan Genset
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan instalasi gas bumi milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang tersambung ke beberapa titik di dalam rumah.
Roy menjelaskan terdapat tiga terminal gas, yakni untuk kompor di lantai satu, kompor di lantai empat (rooftop), serta satu sambungan menuju genset.
"Jadi, lantai 4 (rooftop) ada satu kompor, lalu di lantai 1 juga ada dan satu lagi untuk genset," jelas Roy.
Meski kompor di lantai atas disebut jarang digunakan oleh pemilik rumah, penyidik menegaskan saluran gas tersebut tetap aktif.
4. Kandungan Gas Metana Ditemukan di Seluruh Lantai
Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan tim gabungan melakukan pemeriksaan dari lantai satu hingga rooftop.
Hasilnya, kandungan gas metana ditemukan hampir di seluruh area rumah.
"Hasil pemeriksaan di lantai 1, 2, 3 sampai rooftop menunjukkan adanya kandungan gas di dalam TKP tersebut," kata Calvijn.
Temuan ini menjadi salah satu fokus utama penyidik dalam mengungkap penyebab ledakan.
5. Ada Kebakaran Singkat Sebelum Ledakan
Selain menemukan kandungan gas, tim Labfor juga mendapati indikasi kebakaran singkat (flash fire) sebelum ledakan utama terjadi.
Bekas material yang terbakar, seperti plastik, kain, hingga tas, ditemukan di lantai satu dan dua rumah tersebut.
Roy menjelaskan kebakaran berlangsung sangat singkat, sekitar lima detik, yang merupakan karakteristik umum ledakan akibat akumulasi gas.
6. Gas Diduga Memenuhi Ruangan Sebelum Meledak
Hasil investigasi sementara menunjukkan gas diduga telah memenuhi ruangan sebelum terjadi detonasi.
Menurut Roy, desain bangunan yang memiliki rongga di antara lantai satu dan lantai dua menyebabkan gas terkumpul di lantai atas sehingga kerusakan di lantai dua lebih parah dibanding bagian lainnya.
"Hasil ini menunjukkan bahwa ada kebocoran gas, kemudian gas tersebut memenuhi ruangan, lalu terjadi detonasi," jelas Roy.
7. Polisi Akan Uji Pipa Gas
Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan pipa gas yang tertanam di dalam dinding rumah.
Proses tersebut akan dilakukan dengan metode uji kebocoran guna memastikan titik pasti apabila ditemukan kerusakan pada instalasi.
"Yang kita coba mau lihat kira-kira titik bocornya itu di mana," ujar Roy.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Meski sejumlah fakta telah terungkap, kepolisian menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung. Pemeriksaan terhadap instalasi gas, kondisi bangunan, serta berbagai barang bukti lain akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti ledakan yang menewaskan tiga orang tersebut.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab insiden sebelum hasil investigasi resmi selesai dan diumumkan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar