Hujan Lebat Guyur Sumut, KAI Divre I Siagakan Tim 24 Jam dan AMUS untuk Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api
Petugas prasarana PT KAI Divre I Sumatera Utara melakukan pembersihan saluran drainase di sekitar jalur rel sebagai langkah antisipasi menghadapi curah hujan tinggi.
GIMIC.ID, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I Sumut) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga di tengah tingginya intensitas hujan dan potensi bencana hidrometeorologi.
Sebagai langkah antisipasi, KAI Divre I Sumut menyiagakan personel operasional dan prasarana selama 24 jam, termasuk flying gank serta Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di sepanjang jalur rel.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan kesiapsiagaan tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi cuaca yang dalam sepekan terakhir didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai daerah di Sumatera Utara.
"Untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Divre I Sumatera Utara mengambil sejumlah langkah antisipatif, di antaranya melakukan penopingan pohon, normalisasi saluran air di sekitar maupun yang melintasi jalur kereta api, penyediaan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), hingga menyiagakan personel flying gank selama 24 jam untuk mengatasi setiap gangguan pada jalur kereta api apabila sewaktu-waktu terjadi," ujar Anwar.
Awasi Jalur Rel Sepanjang 476 Kilometer
KAI Divre I Sumut saat ini mengelola jaringan rel sepanjang 476,46 kilometer yang melintasi 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Jalur tersebut membentang dari Stasiun Belawan menuju Kuala Tanjung, Tanjungbalai, Siantar hingga Rantauprapat.
Dengan cakupan wilayah yang luas, KAI menempatkan AMUS dan tim respons cepat di 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Resort Jalan Rel guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Material AMUS yang disiapkan meliputi batu balas, bantalan rel, pasir, hingga berbagai peralatan pendukung yang siap dimobilisasi kapan saja jika dibutuhkan.
Fokus Normalisasi Drainase
Selain kesiapan personel dan material, KAI Divre I Sumut juga memprioritaskan pemeliharaan drainase di sepanjang jalur rel untuk mengantisipasi genangan air yang berpotensi mengganggu operasional kereta api.
"Dengan meningkatnya curah hujan, timbul potensi gangguan perjalanan kereta api akibat genangan air. Karena itu kami melakukan normalisasi saluran air melalui pembersihan sampah dan sedimen agar kapasitas aliran air tetap optimal," jelas Anwar.
Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir maupun kerusakan prasarana yang dapat memengaruhi kelancaran perjalanan kereta api.
Layani 46 Perjalanan Kereta Setiap Hari
Saat ini KAI Divre I Sumatera Utara mengoperasikan 46 perjalanan kereta api setiap hari, yang terdiri dari 20 perjalanan kereta penumpang dan 26 perjalanan kereta barang.
Layanan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi berbagai komoditas yang menopang aktivitas ekonomi di Sumatera Utara.
Karena itu, KAI memastikan monitoring jalur, inspeksi prasarana, dan pemeliharaan rutin terus dilakukan secara intensif, terutama di titik-titik yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
"Seluruh upaya mitigasi ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan KAI Divre I Sumatera Utara dalam mengeliminasi setiap potensi bahaya. Kami berupaya maksimal memastikan sarana dan prasarana dalam kondisi andal sehingga masyarakat dapat menggunakan transportasi kereta api dengan aman, nyaman, dan tepat waktu tanpa terkendala potensi gangguan cuaca," tutup Anwar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar