Pelindo Multi Terminal Dorong Transformasi Budaya K3 di Forum Internasional GPBL di Medan

Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menyampaikan materi terkait Construction Site Safety and Emergency dalam forum Global Project-Based Learning (GPBL): Construction International Practices di Medan, Selasa (28/4).

GIMIC.ID, MEDAN — PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) menegaskan pentingnya transformasi budaya keselamatan kerja dalam forum internasional bertajuk Global Project-Based Learning (GPBL): Construction International Practices yang digelar di Medan, Selasa (28/4). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universiti Sains Malaysia (USM), serta bertepatan dengan peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Internasional.

Hadir sebagai pembicara utama, Direktur Sumber Daya Manusia Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, memaparkan materi strategis bertajuk Construction Site Safety and Emergency. Di hadapan mahasiswa dan akademisi lintas negara, ia menekankan bahwa efektivitas keselamatan kerja di lapangan sangat ditentukan oleh integrasi antara kompetensi teknis dan perubahan perilaku atau behavioral safety.

Menurut Edi, dalam ekosistem logistik dan konstruksi yang memiliki ritme operasional tinggi, keselamatan tidak boleh dipandang sebagai hambatan produktivitas, melainkan fondasi utama keberlanjutan bisnis. Ia juga menyoroti perlunya menjembatani kesenjangan antara sertifikasi formal dengan kemampuan praktik di lapangan.

“Keselamatan kerja bukan sekadar proteksi teknis, tetapi soal mindset dan perilaku. Di tengah tekanan produksi, standar keselamatan tidak boleh dikompromikan karena merupakan investasi jangka panjang bagi operasional yang aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

Antusiasme peserta turut terlihat dari respons mahasiswa. Salah satunya, Yong Xin Jie, mengapresiasi wawasan praktis yang dibagikan dalam forum tersebut. Ia menilai pemaparan dari pihak industri memberikan perspektif nyata yang melengkapi teori di bangku kuliah.

“Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang penerapan keselamatan kerja di industri besar seperti Pelindo. Pemanfaatan teknologi seperti smartwatch dan sistem pengawasan digital dalam K3 menunjukkan bahwa aspek keselamatan kini berkembang seiring kemajuan teknologi,” ujarnya.

Keterlibatan Pelindo Multi Terminal dalam program GPBL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat sinergi antara dunia industri dan akademisi (link and match). Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kompleksitas manajemen risiko serta standar prosedur darurat yang berlaku di tingkat internasional.

Sinergi lintas negara ini sekaligus menjadi momentum bagi Pelindo Multi Terminal untuk memperkenalkan praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan sumber daya manusia dan operasional pelabuhan kepada calon praktisi global. Langkah tersebut sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus mendorong pengembangan generasi muda yang adaptif terhadap standar industri global.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...