Stok Beras Bulog Tembus 5 Juta Ton, Sumut Catat Ketersediaan Tertinggi

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto menyampaikan capaian stok beras di Sumatera Utara.

GIMIC.ID, MEDAN – Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi melimpah. Hingga April 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional mencapai 5 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

“Stok beras di gudang Bulog di seluruh wilayah Indonesia saat ini memang mencapai 5 juta ton. Untuk wilayah Sumatera Utara sendiri sebesar 63.000 ton. Ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Pemerintah bersama Bulog memperkuat cadangan beras nasional guna menjaga stabilitas pangan.

Menurut Budi, tingginya stok beras tidak hanya menjadi indikator keberhasilan produksi pangan nasional, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

Dengan cadangan yang kuat, Bulog berperan sebagai stabilisator harga, pengendali inflasi pangan, sekaligus penopang program pemerintah seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan (Banpang), hingga penanganan kondisi darurat dan bencana.

“Beras yang tersedia saat ini telah terdistribusi merata di seluruh wilayah Sumatera Utara,” tambahnya.

Sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan beras, Bulog juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Gabah tersebut kemudian diolah menjadi beras untuk memenuhi berbagai program pemerintah.

Hingga saat ini, Bulog Sumut telah menyerap 20.820 ton gabah dari petani, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 18.120 ton.

“Kami optimistis serapan gabah di Sumut akan terus meningkat. Saat ini kapasitas gudang Bulog bahkan sudah penuh. Di beberapa daerah seperti Medan, Pematangsiantar, Asahan, dan kabupaten lainnya, kami juga menyewa gudang tambahan,” jelas Budi.

Di tengah ketidakpastian kondisi global yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan, Bulog memastikan ketersediaan beras di dalam negeri, khususnya di Sumatera Utara, tetap aman dan terkendali.

Budi mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras, karena pemerintah melalui Bulog telah menyiapkan cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.

“Kami pastikan pangan pokok, khususnya beras, dalam kondisi melimpah. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena beras Bulog siap digunakan sesuai ketentuan pemerintah, baik melalui program SPHP maupun bantuan pangan,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...