OJK Sumut Perkuat Klaster Jagung Langkat, Perluas Akses Pembiayaan Petani hingga Dukung Ketahanan Pangan
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito bersama Plt. Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, unsur Forkopimda, serta para pemangku kepentingan menunjukkan hasil panen jagung pada kegiatan Panen Raya Jagung dan penandatanganan kerja sama Klaster Kemitraan Pertanian Jagung di Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Selasa (7/7/2026).
GIMIC.ID, LANGKAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam mendorong pengembangan sektor unggulan daerah melalui perluasan akses pembiayaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan Klaster Kemitraan Pertanian Jagung di Kabupaten Langkat yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, kelompok tani, Perum Bulog, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Panen Raya Jagung sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Klaster Kemitraan Pertanian Jagung antara Pemerintah Kabupaten Langkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Perum Bulog, dan BPJS Ketenagakerjaan yang berlangsung di Kabupaten Langkat, Selasa (7/7/2026).
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Langkat atas inisiasi kolaborasi strategis tersebut sebagai implementasi nyata visi dan misi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperluas akses keuangan masyarakat, khususnya pada sektor produktif.
"OJK menyambut baik pelaksanaan penandatanganan MoU dan panen raya pada hari ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pengembangan jagung di Kabupaten Langkat. Panen raya ini menjadi bukti awal bahwa kolaborasi yang terbangun telah mulai memberikan hasil nyata," ujar Triyoga.
Program Klaster Kemitraan Pertanian Jagung di Kabupaten Langkat menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2025, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada anggota Gapoktan Maju Bersama mencapai Rp875 juta untuk 22 petani. Sementara itu, anggota Gapoktan Oriza menerima penyaluran KUR sebesar Rp205 juta yang dimanfaatkan oleh tiga petani.
Memasuki tahun 2026, penyaluran KUR terus meningkat. Sebanyak 26 petani dari Gapoktan Maju Bersama dan Gapoktan Oriza telah memperoleh pembiayaan senilai Rp1,375 miliar.
Tak hanya itu, program juga diperluas melalui penandatanganan kerja sama dengan enam Gapoktan baru, yakni Gapoktan Cinta Damai, Gapoktan Sumber Rejo, Gapoktan Semangat Jaya, Gapoktan Sumber Maju, Gapoktan Setia Jaya, dan Gapoktan Pantai Berseri, yang disertai realisasi pencairan KUR sebesar Rp150 juta.
Capaian tersebut menunjukkan keberlanjutan implementasi klaster kemitraan pertanian dalam memperluas akses pembiayaan sektor produktif sekaligus memperkuat ekosistem pertanian jagung di Kabupaten Langkat.
Melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), OJK terus mendorong penguatan sektor unggulan daerah dengan mengoptimalkan peran industri jasa keuangan dalam pembiayaan sektor produktif.
Komoditas jagung di Kabupaten Langkat dinilai memiliki posisi strategis karena mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menopang program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan, swasembada pangan, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat berkomitmen menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, kemajuan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petani meningkatkan produksi, tetapi juga harus didukung kemudahan memperoleh pembiayaan, kepastian pasar, perlindungan sosial, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Dalam skema kemitraan tersebut, Perum Bulog berperan sebagai offtaker yang bertugas menyerap hasil panen petani sehingga memberikan kepastian pasar.
Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para petani dan pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem pertanian jagung.
Dari sisi intermediasi sektor jasa keuangan, pembiayaan komoditas jagung di Sumatera Utara juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Outstanding kredit meningkat dari Rp276,37 miliar pada Desember 2020 menjadi Rp713,4 miliar pada Mei 2026. Menariknya, sekitar 99,74 persen dari total pembiayaan tersebut disalurkan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain meningkatkan produksi jagung, penguatan klaster kemitraan juga membuka peluang pengembangan nilai tambah melalui pemanfaatan biomassa serta berbagai produk turunan jagung sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, OJK juga mengingatkan masyarakat, termasuk petani dan pelaku usaha, agar bijak dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.
Masyarakat diimbau selalu memastikan legalitas lembaga keuangan yang digunakan dengan memilih produk dari lembaga yang berizin dan diawasi oleh otoritas berwenang, serta menghindari berbagai tawaran investasi maupun pembiayaan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Langkat, OJK, industri jasa keuangan, Perum Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, kelompok tani, dan pelaku usaha, pengembangan Klaster Kemitraan Pertanian Jagung diharapkan mampu memperkuat ekosistem sektor unggulan daerah, memperluas akses pembiayaan, mendukung ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Kabupaten Langkat secara berkelanjutan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar