PGN Serahkan Playground dan Landmark Wisata Danau Kemiri, Perkuat Ekonomi Kreatif Desa Pagardewa
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyerahkan secara simbolis fasilitas playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, sebagai bagian dari Program CSR Pendekar Dewa untuk penguatan ekonomi kreatif dan ketahanan lingkungan desa.
GIMIC.ID, MUARA ENIM — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, PGN menyerahkan sarana wisata edukatif kreatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (12/1/2026).
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa), yang dirancang untuk memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong inklusivitas kelompok rentan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis potensi lokal.
Program Pendekar Dewa diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat Desa Pagardewa yang berdaya, kreatif, dan inovatif, sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi pada satu sektor usaha.
Desa Pagardewa selama ini sangat bergantung pada sektor perkebunan karet, dengan sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan penghidupan dari komoditas tersebut. Namun, fluktuasi harga karet, keterbatasan akses air bersih, serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau kerap menekan stabilitas ekonomi warga, khususnya kelompok rentan.
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menjelaskan bahwa Program Pendekar Dewa dirancang secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan dampak bagi masyarakat.
“Fase pertama pada 2021–2022 difokuskan pada pembangunan fondasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat. Fase kedua pada 2023–2024 diarahkan pada pengembangan sistem dan penguatan kemandirian. Selanjutnya, fase ketiga pada 2025 menitikberatkan pada penguatan keberlanjutan melalui estafet pengelolaan kepada pemangku kepentingan lokal,” ujar Eri, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, Pendekar Dewa bukan sekadar program bantuan jangka pendek, melainkan pembangunan sistem yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.
Program Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif.
Pada Pilar Aman, PGN mendorong peningkatan kepastian usaha dan pendapatan petani karet melalui Program Stasiun Lateks yang memangkas rantai distribusi dan menstabilkan harga. Selain itu, terdapat Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul karet, serta SITEGAS yang mengembangkan budidaya madu dan penguatan UMKM keluarga petani.
Hasilnya, pada 2025 pendapatan petani karet tercatat mencapai Rp57,6 juta per tahun atau meningkat 33,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Optimalisasi lahan replanting juga menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp120 juta. Tak hanya itu, sebanyak 28 anggota keluarga petani—terutama perempuan—kini memiliki sumber penghasilan mandiri, dengan total penjualan UMKM mencapai Rp11,38 juta.
Sementara itu, Pilar Setara difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih dan sanitasi. Sebelumnya, sebagian warga harus berjalan hingga satu kilometer untuk mendapatkan air. Melalui program ini, PGN membangun lima fasilitas MCK bertenaga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan membentuk Kelompok Pendekar Talang sebagai pengelola air.
Program tersebut kini memberikan akses air bersih bagi 28 kepala keluarga sekaligus berperan dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Adapun Pilar Ekonomi Kreatif diwujudkan melalui pengembangan kawasan Danau Kemiri sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif desa. Kawasan ini dilengkapi lima fasilitas publik, yakni aula, booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater.
Selain sebagai ruang publik, Danau Kemiri juga berfungsi sebagai sumber air dengan kapasitas mencapai 22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan desa.
Saat ini, kawasan Danau Kemiri dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 6.554 orang dengan total pendapatan wisata mencapai Rp92,48 juta, meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan, khususnya dalam mitigasi karhutla,” jelas Eri.
Ia berharap seluruh fasilitas yang telah diserahterimakan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat agar memberikan manfaat jangka panjang.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim, Juli Jumatan Nuri, mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilainya komprehensif dan tepat sasaran.
“Program PGN dirancang dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh masyarakat. Ini menunjukkan komitmen PGN menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak nyata dan berkelanjutan,” tutupnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar