Gangguan Kamtib Perkeretaapian di Sumut Turun 75 Persen, KAI Perkuat Pengamanan Jalur

KAI Divre I Sumut terus memperkuat patroli dan pengawasan jalur guna menjaga keamanan serta keselamatan perjalanan kereta api.

GIMIC.ID, MEDAN – Kasus gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) terhadap perjalanan dan fasilitas perkeretaapian di wilayah Sumatera Utara menunjukkan tren penurunan signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 16 kasus gangguan kamtib sepanjang Januari hingga September 2026.

Jumlah tersebut turun sekitar 75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 63 kasus.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penurunan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya penguatan pengamanan yang dilakukan KAI, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan perjalanan kereta api.

“KAI Divre I Sumut terus melakukan penguatan patroli, pengawasan titik rawan, penambahan kamera pengawas, koordinasi dengan aparat, serta edukasi keselamatan kepada masyarakat agar situasi keamanan dan ketertiban di sepanjang jalur kereta api lebih terjamin,” ujar Anwar.

Dari 16 kasus gangguan kamtib yang tercatat sepanjang Januari–September 2026, sebanyak 10 kasus merupakan pelemparan terhadap kereta api.

Selain itu, terdapat tiga kasus upaya mencelakakan perjalanan kereta api, dua kasus pencurian aset, serta satu kasus pencurian barang milik penumpang.

KAI menyatakan seluruh kasus tersebut telah berhasil diungkap dan ditindaklanjuti bersama aparat yang berwenang.

Meski angka gangguan mengalami penurunan, KAI menilai upaya menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api tetap membutuhkan perhatian dan partisipasi aktif masyarakat.

Anwar menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat, khususnya mereka yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur kereta api.

KAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak maupun mengganggu fasilitas perkeretaapian.

Menurut Anwar, perangkat persinyalan dan berbagai fasilitas yang berada di sepanjang jalur kereta api merupakan aset vital negara yang dilindungi oleh ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kerusakan atau hilangnya komponen persinyalan dapat mengganggu sistem operasional kereta api dan berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan.

“Vandalisme terhadap rel, kabel persinyalan, rambu, marka, hingga fasilitas komunikasi dapat berdampak langsung pada keselamatan perjalanan kereta api serta ratusan penumpang di dalamnya,” tutur Anwar.

Karena itu, KAI mengajak masyarakat untuk ikut menjaga berbagai fasilitas perkeretaapian dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan jalur kereta api.

Selain vandalisme dan pencurian aset, KAI masih menemukan kasus pelemparan terhadap kereta api yang sedang melintas. Perilaku tersebut tidak hanya dapat merusak sarana kereta api, tetapi juga berpotensi melukai penumpang maupun petugas di dalam kereta.

KAI pun mengimbau para orang tua dan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di area rel.

Masyarakat juga diminta memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya bermain di sekitar jalur kereta api, termasuk melakukan tindakan melempar benda ke arah kereta yang sedang melintas.

“Keselamatan perjalanan kereta api memerlukan kepedulian dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Menjaga keandalan dan keamanan jalur kereta api tidak hanya melindungi aset perusahaan, melainkan partisipasi nyata dalam menjaga keselamatan masyarakat pelanggan kereta api,” pungkas Anwar.

Dengan penguatan pengamanan, patroli, pemantauan titik rawan, serta edukasi keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan, KAI Divre I Sumatera Utara berharap gangguan kamtib di lingkungan perkeretaapian dapat terus ditekan dan keselamatan perjalanan kereta api semakin terjamin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2). 

Komentar

Loading...