LKC Dompet Dhuafa Aceh Perkuat Revitalisasi Posyandu untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pascabencana di Pidie Jaya

Jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama LKC Dompet Dhuafa Aceh dan tenaga kesehatan berfoto bersama dalam kegiatan Launching dan Penguatan Program Revitalisasi Posyandu dalam Mendukung Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana di Pidie Jaya, Selasa (22/9/2026).

GIMIC.ID, PIDIE JAYA — Pemulihan kesehatan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki fasilitas yang rusak. Penguatan layanan dasar, kapasitas kader, sanitasi, serta sarana pemantauan kesehatan menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali memperoleh layanan kesehatan secara optimal dan berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi fokus LKC Dompet Dhuafa Aceh melalui Program Recovery Kebencanaan di Kabupaten Pidie Jaya. Program tersebut diluncurkan melalui kegiatan Launching dan Penguatan Program Revitalisasi Posyandu dalam Mendukung Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana yang berlangsung di Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Dinas Kesehatan dan KB, TP-PKK Pidie Jaya, pemerintah desa, bidan desa, kader Posyandu, kepala puskesmas wilayah penerima Antropometri Kit, serta jajaran LKC Dompet Dhuafa Aceh.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pemulihan layanan kesehatan masyarakat hingga tingkat gampong.

Program Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh dilaksanakan melalui sejumlah bentuk intervensi yang menyasar fasilitas, sanitasi, kader kesehatan, hingga pemantauan status gizi anak.

Di Gampong Meunasah Lhok, LKC Dompet Dhuafa Aceh melakukan pendampingan melalui Pos Sehat KIA-PTM, pemugaran Polindes, serta penguatan kapasitas kader kesehatan desa.

Sementara di Gampong Meunasah Mancang, intervensi dilakukan melalui Program Sehat Sanitasi (SEHATI) berupa rehabilitasi jamban bagi masyarakat rentan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan sanitasi masyarakat pascabencana.

Selain itu, LKC Dompet Dhuafa Aceh menyerahkan 20 set Antropometri Kit kepada 20 gampong melalui bidan desa. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dan kader dalam melakukan pengukuran serta pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak di tingkat desa.

Peluncuran program juga dirangkaikan dengan Seminar Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal serta Workshop Pengukuran, Interpretasi, dan Pelaporan Status Gizi Anak.

Kegiatan tersebut diikuti 38 peserta yang terdiri dari bidan desa, kader Posyandu, dan kader remaja.

Seminar menghadirkan Rahmati, S.Gz., Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya. Materi yang disampaikan mencakup penerapan gizi seimbang berbasis pangan lokal serta edukasi kepada orang tua sesuai dengan kondisi status gizi anak.

Sementara itu, workshop memberikan pembekalan mengenai penggunaan Antropometri Kit, teknik pengukuran berat badan dan panjang atau tinggi badan, interpretasi hasil pengukuran, pencatatan, hingga pelaporan status gizi anak.

Peserta juga mengikuti simulasi pengukuran dan interpretasi hasil sebagai bagian dari penguatan keterampilan praktis di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Eddy Azwar, SKM., M.Kes., menekankan pentingnya penguatan Posyandu sebagai bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam pemantauan pertumbuhan dan status gizi balita.

“Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama untuk memantau pertumbuhan dan status gizi anak. Karena itu, penguatan sarana dan kapasitas kader perlu dilakukan agar pelayanan Posyandu dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya turut mengapresiasi kolaborasi yang dibangun dalam upaya memulihkan layanan kesehatan masyarakat pascabencana.

Asisten I Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Drh. Muzakkir, M.M., mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar layanan masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.

“Pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dukungan LKC Dompet Dhuafa Aceh menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah untuk memperkuat kembali layanan kesehatan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga tingkat gampong,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, kader, dan lembaga sosial menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan.

Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, mengatakan pemulihan layanan kesehatan pascabencana perlu dilakukan dengan memperkuat sistem yang telah ada di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemulihan tidak hanya berfokus pada pengembalian fasilitas yang terdampak, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kapasitas dan sarana untuk kembali menjalankan layanan kesehatan secara mandiri.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang mengembalikan fasilitas yang terdampak, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kapasitas dan sarana untuk kembali menjalankan layanan kesehatan. Karena itu, kami mendorong penguatan Pos Sehat KIA-PTM, sanitasi, kader kesehatan, hingga pemantauan status gizi agar pemulihan dapat berjalan bersama masyarakat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Arfan menambahkan, pendampingan saat ini masih dilakukan di satu gampong. Namun, dukungan pengadaan Antropometri Kit untuk 20 desa diharapkan dapat memperluas kapasitas dan semangat para kader kesehatan di gampong lainnya.

“Walau saat ini kami hanya mampu mendampingi satu gampong, semoga dengan dukungan pengadaan Antropometri Kit untuk 20 desa ini dapat meningkatkan daya juang kader kesehatan desa lainnya,” tambahnya.

Fasilitator Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh wilayah Pidie Jaya, Uswatun Hasanah, S.Keb., menilai penguatan kapasitas menjadi bagian penting agar sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara tepat dan optimal.

Menurutnya, Antropometri Kit merupakan salah satu perangkat penting dalam pemantauan pertumbuhan anak. Karena itu, penggunaannya harus dibarengi dengan pemahaman dan keterampilan yang memadai.

“Antropometri Kit merupakan salah satu alat penting dalam pemantauan pertumbuhan anak. Karena itu, penggunaannya perlu didukung dengan pemahaman dan keterampilan yang tepat, mulai dari cara mengukur, memastikan hasil pengukuran akurat, hingga menginterpretasikan dan mencatat hasilnya,” ujar Uswatun.

Melalui rangkaian intervensi tersebut, LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendorong model pemulihan layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan atau pemenuhan sarana, tetapi juga pada penguatan sistem, peningkatan kapasitas masyarakat, dan keberlanjutan layanan kesehatan di tingkat gampong.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak bencana kembali mendapatkan akses layanan kesehatan dasar yang lebih kuat sekaligus memperkuat peran kader dan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan kesehatan, khususnya pertumbuhan dan status gizi anak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Komentar

Loading...