Pertamina Tanam 200 Bibit Mangrove di Medan Labuhan, Perkuat Perlindungan Pesisir
Sejumlah peserta bersama masyarakat dan pelajar melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Lingkungan VII, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
GIMIC.ID, MEDAN — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Terminal BBM Medan terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu wujud komitmen tersebut dilakukan dengan menanam 200 bibit mangrove di Lingkungan VII, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, pada Jumat (4/9/2026).
Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Ozon Internasional, sekaligus upaya bersama dalam menjaga kawasan pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta mempertahankan fungsi mangrove sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari pengaruh arus dan pasang air laut.
Kegiatan tersebut melibatkan Camat Medan Labuhan beserta jajaran, masyarakat, serta para siswa dan siswi di kawasan setempat. Selain melakukan penanaman, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya keberadaan mangrove bagi keberlangsungan ekosistem pesisir.
Kegiatan ini juga selaras dengan upaya penataan dan peninggian tanggul pengendali rob yang telah berlangsung di kawasan tersebut.
Camat Medan Labuhan, Elias Padang, mengapresiasi dukungan Pertamina dalam kegiatan pelestarian lingkungan tersebut.
Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan fungsi tanggul yang telah ditata selama kurang lebih tiga bulan.
“Kegiatan penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tanggul yang telah ditata selama kurang lebih tiga bulan dan penanaman ini diharapkan terus kita lanjutkan di sepanjang kawasan tanggul,” ujar Elias saat kegiatan penanaman.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memperkuat ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan perlindungan alami kawasan.
Menurut Silvani, keberadaan mangrove di sepanjang tanggul diharapkan mampu membantu menahan sedimen, mengurangi pengikisan tepian, serta memperkuat kawasan dari pengaruh arus dan pasang air laut.
“Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dari upaya yang lebih berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem di kawasan pesisir,” terang Silvani.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional Pertamina.
“Tidak hanya melalui kegiatan penanaman, tetapi juga dengan membangun kepedulian bersama agar manfaat mangrove dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan generasi mendatang,” tutup Silvani.
Melalui program TJSL tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Medan terus mendorong berbagai inisiatif berbasis potensi lokal yang dapat memberikan solusi terhadap tantangan lingkungan dan perubahan iklim.
Program penanaman mangrove ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDGs 14 tentang Ekosistem Lautan, SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat nyata, sekaligus menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar