Sejumlah Penerbangan Kualanamu Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Dibatalkan

Aktivitas operasional di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami penyesuaian akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi operasional penerbangan di Jakarta.

GIMIC.ID, DELI SERDANG – Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu (KNO) mengalami penyesuaian menyusul perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah Jakarta.

Berdasarkan informasi operasional sementara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ditutup sementara hingga pukul 17.30 WIB, sedangkan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB.

Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Kualanamu, khususnya penerbangan yang memiliki koneksi dengan Bandara Soekarno-Hatta maupun Bandara Halim Perdanakusuma.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 41 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu mengalami pembatalan (cancelled).

Selain pembatalan penerbangan, terdapat pula satu penerbangan internasional dengan rute Amsterdam menuju Soekarno-Hatta yang mengalami pengalihan penerbangan (diverted) akibat kondisi operasional penerbangan yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Pihak pengelola Bandara Internasional Kualanamu menegaskan bahwa data penerbangan terdampak tersebut masih bersifat sementara. Jumlah maupun status penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi operasional penerbangan, kondisi sebaran abu vulkanik, serta kebijakan masing-masing maskapai.

Meski sejumlah penerbangan mengalami penyesuaian, operasional Bandara Internasional Kualanamu hingga saat ini tetap berjalan normal.

PT Angkasa Pura Aviasi terus melakukan koordinasi secara intensif dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Otoritas Bandar Udara, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan situasi.

Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan setiap keputusan operasional tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pengguna jasa bandara.

Penyesuaian penerbangan dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipatif terhadap kondisi penerbangan yang dapat berubah akibat sebaran abu vulkanik.

PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau calon penumpang, terutama mereka yang memiliki penerbangan dari maupun menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan.

Calon penumpang diminta secara berkala memeriksa kembali status dan jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.

Langkah tersebut penting dilakukan mengingat kondisi operasional penerbangan masih dapat berubah menyesuaikan perkembangan sebaran abu vulkanik dan keputusan otoritas penerbangan.

PT Angkasa Pura Aviasi memastikan perkembangan kondisi operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu akan terus dipantau dan diperbarui sesuai situasi terkini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Komentar

Loading...