Orangtua Keluhkan Kasus Kehilangan Barang di Asrama Taruna PBD Medan, Yayasan Janji Perbaiki Keamanan
Keenam, yayasan menyatakan akan melakukan perbaikan dan penambahan CCTV. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa fasilitas CCTV di asrama sedang mengalami masalah. Perbaikan dan penambahan kamera direncanakan dilakukan dalam waktu satu minggu. Posisi lemari taruna juga akan diatur agar dapat terpantau kamera.
Ketujuh, kerusakan pintu kamar mandi akan diperbaiki pada minggu yang sama.
Kedelapan, pihak sekolah dan asrama menyatakan akan membantu menangani laporan kehilangan barang, termasuk melakukan pencarian, pemeriksaan terhadap pihak terkait, serta pengecekan rekaman CCTV. Apabila terdapat pihak yang terbukti mengambil barang milik taruna, akan diberikan sanksi, termasuk kemungkinan dikeluarkan dari asrama.
“Demikian surat ini dibuat. Terima kasih atas perhatian dan kesabaran bapak, ibu dan wali taruna,” demikian salah satu bagian surat pemberitahuan tersebut.
Meski surat pemberitahuan telah diterbitkan, sejumlah orangtua masih mempertanyakan tindak lanjut atas poin kedelapan, khususnya terkait laporan kehilangan barang.
Mereka mempertanyakan apakah pihak yang diduga mengambil barang telah ditemukan, apakah telah dilakukan pemeriksaan, serta sanksi apa yang diberikan apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Orangtua juga mempertanyakan apakah pihak sekolah dan yayasan telah melakukan pertemuan dengan keluarga taruna yang mengaku menjadi korban kehilangan.
Kepala SMA Taruna PBD Medan, Jasa Karokaro, saat dikonfirmasi mengatakan pihak sekolah akan melakukan perbaikan terhadap persoalan tersebut.
“Coba kami klarifikasi dulu untuk perbaikan dan bisa menjadi lebih baik lagi. Mudah-mudahan tidak terulang kembali,” tulis Jasa.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai langkah konkret, termasuk kemungkinan pemanggilan atau pertemuan antara pihak sekolah dengan wali taruna, Jasa belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sementara itu, salah seorang orangtua taruna, Linda, mempertanyakan tindak lanjut terhadap poin kedelapan dalam surat yayasan.
“Sudahkah ketemu pelakunya? Sudahkah diberi sanksi? Sanksi apa yang telah diberi sekolah, kenapa kejadian masih berulang?” kata Linda.
Linda menegaskan, persoalan yang disampaikan para orangtua bukan semata-mata mengenai nilai barang yang hilang. Menurutnya, yang paling utama adalah adanya jaminan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak selama menjalani pendidikan di asrama.
“Kami selaku orangtua tidak pernah menuntut sekolah untuk mengganti kerugian kami secara finansial. Kami hanya mau anak kami sekolah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Keluhan tersebut kini menjadi perhatian orangtua dan pihak sekolah. Di satu sisi, yayasan telah menyatakan akan memperbaiki sistem pengamanan, termasuk memperbaiki dan menambah CCTV serta memperketat pengawasan. Di sisi lain, orangtua berharap langkah tersebut segera diwujudkan dan disertai transparansi mengenai penanganan setiap laporan kehilangan.
Persoalan ini juga menjadi momentum bagi pengelola asrama untuk memperkuat pengawasan sekaligus pembinaan karakter taruna, sehingga lingkungan pendidikan tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga mendukung pembentukan sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab para siswa.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RSD)

Komentar