Rico Waas Tegaskan APBD Medan Sehat, Tak Miliki Utang Jangka Panjang dan Fokus pada Efisiensi Anggaran

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyerahkan dokumen Jawaban Kepala Daerah atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada Ketua DPRD Kota Medan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Medan, Senin (22/6/2026).

GIMIC.ID, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan kondisi keuangan Pemerintah Kota (Pemko) Medan berada dalam keadaan sehat dan terkendali. Salah satu indikatornya adalah tidak adanya kewajiban atau utang jangka panjang yang membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat menyampaikan Jawaban Kepala Daerah atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Medan, Senin (22/6/2026).

Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen dan dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Dalam pemaparannya, Rico Waas mengakui pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 masih menghadapi sejumlah keterbatasan sumber daya. Namun demikian, berbagai target pembangunan, khususnya di sektor sosial dan ekonomi, tetap mampu direalisasikan sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

“Kami menyadari bahwa pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi seluruh pihak karena adanya keterbatasan sumber daya. Namun, kita patut bersyukur bahwa indikator utama pembangunan kota, khususnya di sektor sosial dan ekonomi, tetap berhasil kita wujudkan sesuai dengan target kinerja yang ditetapkan,” ujar Rico Waas.

Menjawab pandangan Fraksi Partai Gerindra terkait kondisi fiskal daerah, Rico Waas menegaskan bahwa Pemko Medan tidak memiliki utang jangka panjang yang menjadi beban APBD.

Selain itu, Pemko Medan mencatatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 sebesar Rp592 miliar. Menurutnya, angka tersebut masih berada pada tingkat yang wajar dan menunjukkan pengelolaan keuangan yang sehat.

“SiLPA tersebut mencerminkan optimalnya kinerja pendapatan daerah yang melampaui realisasi belanja. Selain itu, dana tersebut juga dikelola untuk menjaga likuiditas kas daerah pada semester pertama tahun anggaran 2026, ketika penerimaan pendapatan asli daerah masih dalam proses berjalan,” jelasnya.

Menanggapi sorotan Fraksi PKS dan Fraksi Gerindra terkait penurunan belanja modal untuk jalan, jaringan, dan irigasi, Rico Waas menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode penyesuaian dan efisiensi anggaran.

Meski demikian, Pemko Medan tetap memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar masyarakat, khususnya penanganan banjir yang selama ini menjadi perhatian utama.

Untuk mendukung program tersebut, Pemko Medan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp255 miliar yang tersebar dalam tiga program strategis penanganan banjir.

“Hingga tahun 2025, kami telah berhasil menyelesaikan secara permanen 1.350 titik banjir dari total 2.575 titik yang terdata dalam masterplan drainase Kota Medan. Sisa 1.225 titik akan terus kami tuntaskan secara bertahap,” tegas Rico.

Ia juga menjelaskan bahwa upaya normalisasi sungai memiliki keterbatasan karena menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BBWSS II). Oleh sebab itu, Pemko Medan hanya dapat berperan melalui koordinasi lintas instansi serta dukungan pembebasan lahan yang diperlukan.

Di sektor pendapatan, Rico Waas mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2025 mencapai Rp3 triliun atau berkontribusi sebesar 48,92 persen terhadap total pendapatan daerah yang mencapai Rp6,3 triliun.

Untuk meningkatkan kemandirian fiskal sekaligus meminimalkan kebocoran pajak dan retribusi, Pemko Medan saat ini tengah mempercepat transformasi digital dalam sistem pengelolaan pendapatan daerah.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain perluasan penggunaan sistem tapping box, digitalisasi pembayaran retribusi sampah, hingga pengembangan Sistem Informasi Geografis (GIS) dan Business Intelligence untuk pemetaan potensi wajib pajak.

“Transformasi digital menjadi salah satu strategi utama kami untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, memperluas basis pajak, dan memperkuat penerimaan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga menjelaskan alasan tidak direalisasikannya anggaran kerawanan pangan pada Dinas Ketahanan Pangan selama tahun 2025.

Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa indikator program tersebut telah terakomodasi dalam Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat.

“Kebijakan ini diambil agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran. Dengan demikian, anggaran daerah dapat dialihkan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak,” katanya.

Rico Waas memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama Pemko Medan. Program Universal Health Coverage (UHC) disebut berjalan optimal, bahkan masyarakat kini dapat memanfaatkan KTP Medan untuk memperoleh layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan luar daerah yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sementara itu, di sektor infrastruktur perkotaan, Pemko Medan menargetkan penyelesaian 13 titik kawasan bebas kabel udara melalui program kabel tanam pada tahun 2026.

Program tersebut akan berjalan seiring dengan percepatan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional.

“Kami menargetkan 13 titik jalan bebas kabel udara dapat diselesaikan pada tahun 2026. Ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan wajah Kota Medan yang lebih tertata, modern, dan nyaman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sidang paripurna tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui berbagai langkah efisiensi, penguatan pendapatan daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, Pemko Medan optimistis mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Medan secara berkelanjutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Komentar

Loading...

Berita Hari Ini