Penumpang KA Siantar Ekspres Melonjak saat Libur Panjang, Okupansi Tembus 127 Persen

Suasana penumpang KA Siantar Ekspres di Stasiun Medan saat momentum libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Tingginya minat masyarakat membuat okupansi kereta mencapai 127 persen dari kapasitas tersedia.

GIMIC.ID, MEDAN – Tingkat antusiasme masyarakat Sumatera Utara dalam menggunakan transportasi kereta api pada momentum libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026 mengalami peningkatan signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, KA Siantar Ekspres telah melayani sebanyak 6.473 pelanggan selama periode 13 hingga 16 Mei 2026.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan tingkat okupansi yang sangat tinggi, mencapai 127 persen dari total kapasitas reguler yang tersedia sebanyak 5.088 tempat duduk.

“Harga tiket KA Siantar Ekspres yang cukup terjangkau membuat banyak masyarakat menggunakannya sebagai sarana mobilisasi antardaerah di Sumatera Utara, terlebih pada saat libur atau momen-momen tertentu seperti Kenaikan Yesus Kristus kali ini,” ujar Anwar, Sabtu (16/5/2026).

Kepadatan penumpang juga masih terlihat pada keberangkatan Sabtu (16/5). KAI mencatat tiket untuk empat perjalanan KA Siantar Ekspres, baik dari Stasiun Medan maupun Stasiun Siantar, telah terjual sebanyak 1.451 lembar.

Jumlah tersebut bahkan telah melampaui kapasitas reguler harian yang tersedia sebanyak 1.272 kursi atau meningkat sekitar 14 persen.

“Jumlah tiket yang terjual pada hari ini masih akan terus bertambah, mengingat KA Siantar Ekspres keberangkatan Stasiun Medan pukul 20.30 WIB tiketnya masih cukup tersedia,” tambahnya.

Sebagai stasiun tujuan akhir sekaligus titik keberangkatan utama, Stasiun Siantar mencatat mobilitas penumpang yang cukup tinggi selama periode libur panjang.

Dalam empat hari terakhir, stasiun tersebut melayani total 4.508 pelanggan dengan rincian 2.307 penumpang turun dan 2.201 penumpang berangkat.

Menurut Anwar, terjadi pergeseran tren perjalanan penumpang antara pertengahan pekan dan akhir pekan selama masa liburan.

“Berdasarkan data penjualan, pada hari Rabu sampai Jumat (13-15/5), penumpang yang turun di Stasiun Siantar jauh lebih tinggi dari penumpang yang naik. Hal ini menunjukkan banyak orang yang datang ke Siantar, baik untuk pulang kampung maupun berlibur menggunakan kereta api,” jelasnya.

Sementara itu, pada Sabtu dan Minggu (16-17/5), jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Siantar diperkirakan lebih tinggi dibanding penumpang yang datang, seiring berakhirnya masa libur panjang.

KAI menilai tingginya minat masyarakat menggunakan KA Siantar Ekspres menunjukkan bahwa kereta api kini menjadi pilihan utama transportasi penghubung Medan–Pematangsiantar.

Selain menawarkan tarif ekonomis sebesar Rp22 ribu, KA Siantar Ekspres juga dinilai lebih efisien dengan waktu tempuh kurang dari tiga jam dibandingkan kendaraan pribadi maupun moda transportasi darat lainnya.

“Kemudahan akses tiket dan jaminan keamanan sepanjang perjalanan memantapkan posisi KA Siantar Ekspres sebagai solusi transportasi penghubung Medan-Siantar yang efisien serta ramah lingkungan. KAI berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan demi mendukung mobilitas masyarakat yang aman dan berkelanjutan,” pungkas Anwar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...