FKDM Garda Terdepan Jaga Stabilitas Daerah, Kesbangpol Sumut: Bekerja dalam Sunyi untuk Kondusivitas
Suasana kebersamaan usai kegiatan silaturahmi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sumatera Utara di Medan, Rabu (22/4/2026). Para pengurus dan anggota FKDM bersama tokoh daerah berfoto bersama sebagai simbol soliditas dan komitmen menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah melalui deteksi dini.
GIMIC.ID, MEDAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara, Mulyono, menegaskan bahwa Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah melalui kerja-kerja deteksi dini yang kerap tak terlihat, namun sangat menentukan terciptanya situasi kondusif di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Mulyono saat menghadiri kegiatan silaturahmi FKDM Sumatera Utara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Medan, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang difasilitasi tokoh muda Sumut, El Adrian Shah, turut dihadiri Ketua FKDM Sumut Ismail Efendy, anggota senior FKDM Sakhyan Asmara, Amhar Nasution, serta jajaran pengurus dan anggota forum lainnya.
Menurut Mulyono, FKDM pada dasarnya merupakan “intelijen sipil” Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang memiliki peran strategis dalam mendeteksi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG), termasuk persoalan sosial yang berpotensi mengganggu jalannya program pembangunan.
“Ketika suasana daerah tetap aman dan damai, justru di situlah bukti bahwa FKDM bekerja dengan baik. FKDM ini ibarat bekerja dalam sunyi. Saat kondisi kondusif, mereka jarang disorot. Namun jika terjadi gangguan, forum ini langsung menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas bukanlah pekerjaan instan, melainkan hasil kerja kolektif yang berkelanjutan dan penuh dedikasi dari para anggota FKDM.
Sementara itu, Ketua FKDM Sumut, Ismail Efendy, menyampaikan bahwa peran kewaspadaan dini membutuhkan keikhlasan dan komitmen tinggi. Menurutnya, anggota FKDM tidak bekerja untuk mencari popularitas, melainkan memastikan masyarakat tetap merasa aman serta mendukung kelancaran pembangunan.
“Menjaga kondusivitas bukan pekerjaan sesaat, tetapi proses panjang yang membutuhkan kepekaan sosial, komunikasi, dan kebersamaan. FKDM hadir agar potensi kerawanan bisa dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi persoalan besar,” katanya.
Pandangan senada disampaikan anggota senior FKDM, Sakhyan Asmara. Ia menilai FKDM merupakan instrumen penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Forum ini juga berperan sebagai penghubung strategis antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi maupun potensi masalah yang perlu segera ditangani.
Di tempat terpisah, El Adrian Shah menilai apresiasi dari Kepala Kesbangpol Sumut menjadi penguatan moral bagi seluruh anggota FKDM yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan. Ia menyebut FKDM sebagai “patriot sipil” yang menjaga stabilitas daerah dari balik layar.
“Tidak semua pengabdian harus berada di panggung. Ada yang memilih bekerja dalam diam demi memastikan daerah ini tetap aman. FKDM adalah penjaga sunyi yang memastikan Sumatera Utara tetap berdiri tegak dalam ketenangan,” ujarnya.
El menambahkan, semangat pengabdian tersebut perlu terus diperkuat melalui dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar FKDM semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai benteng awal kewaspadaan dini di Sumatera Utara.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar