OJK Lakukan Asesmen Dampak Demo, Dorong Restrukturisasi Pembiayaan Multifinance
“Aktivitas pelayanan perusahaan pembiayaan tetap berjalan meski sejumlah cabang terdampak demonstrasi. OJK pastikan layanan ke masyarakat aman.”
GIMIC.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pendataan dan asesmen menyeluruh terkait dampak demonstrasi di sejumlah kota, khususnya terhadap potensi meningkatnya pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) di perusahaan multifinance.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman, menyatakan pihaknya terus melakukan monitoring bersama industri PVML untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.
“Mencermati situasi terkini, OJK akan terus meningkatkan monitoring dan komunikasi dengan industri PVML untuk meyakini bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, termasuk dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis, Senin (8/9).
Agusman menjelaskan, debitur yang terdampak secara material akibat situasi terkini dan memengaruhi kemampuan pembayaran pinjaman akan diberikan opsi relaksasi pembayaran melalui skema restrukturisasi. Namun, kebijakan ini tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta pelindungan konsumen sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, OJK juga menyiapkan langkah deregulasi untuk mendukung pengembangan industri PVML dan memperluas akses pembiayaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Salah satunya berupa kemudahan pembiayaan bagi calon nasabah perusahaan pembiayaan, pembiayaan infrastruktur, dan pergadaian yang memiliki catatan historis non-lancar yang tidak material.
“Sepanjang calon nasabah tersebut dinilai masih memiliki kemampuan membayar angsuran dan selaras dengan risk appetite lembaga jasa keuangan yang bersangkutan,” tegas Agusman.
Terkait dampak langsung terhadap operasional, OJK mengonfirmasi sejumlah cabang perusahaan pembiayaan sempat terdampak aksi demonstrasi. Namun, perusahaan terkait telah melakukan penyesuaian layanan serta pengamanan aset sehingga gangguan dapat diminimalkan.
Salah satu perusahaan yang terkena dampak ialah PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC). Gedung kantor ACC di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, sempat dijarah dan dibakar oleh oknum massa saat aksi berlangsung.
OJK menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan industri untuk menjaga stabilitas sektor pembiayaan di tengah situasi yang berkembang.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar