Dari Tapal Batas Indonesia untuk Generasi Bangsa, Imigrasi NTT Berbagi Semangat Pendidikan di Perbatasan

Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi NTT bersama Kantor Imigrasi Atambua berinteraksi dan membagikan bantuan alat tulis kepada anak-anak di kawasan Pos Imigrasi Turiskain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/5/2026).

GIMIC.ID, BELU — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kantor Imigrasi Atambua menghadirkan senyum bagi anak-anak perbatasan melalui kegiatan pembagian buku dan alat tulis di Desa Maumutin, kawasan tapal batas Republik Indonesia di Turiskain, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan sosial tersebut dilakukan di sela-sela kunjungan kerja jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi NTT ke sejumlah wilayah perbatasan di Kabupaten Belu, tepatnya di Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT) Turiskain, PLBT Builalu, dan Pos Imigrasi Lakmaras.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, didampingi Plh. Kepala Kantor Imigrasi Atambua, Nursetya, bersama tim Kanwil Ditjen Imigrasi NTT menyempatkan diri untuk berbagi dengan anak-anak sekolah di wilayah perbatasan Turiskain.

Bantuan berupa buku tulis dan alat tulis tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian serta kehadiran negara dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak di kawasan perbatasan negara.

Menurut Saroha Manullang, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis jajaran imigrasi dalam memperkuat rasa kebangsaan masyarakat di wilayah perbatasan sekaligus menumbuhkan semangat belajar generasi muda.

“Negara hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat anak-anak perbatasan membutuhkan semangat untuk belajar dan meraih cita-cita setinggi langit Indonesia,” ujar Saroha.

Ia menjelaskan, ide kegiatan berbagi tersebut muncul secara spontan setelah dirinya bersama rombongan melakukan kunjungan kerja dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta petugas imigrasi di sejumlah titik perbatasan, termasuk di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Pos Lintas Tradisional Haumeniana, Pos Imigrasi Kefamenanu, dan Aplasi di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, mengatakan kegiatan pembagian alat tulis tersebut bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga menjadi upaya memperkuat ikatan emosional antara masyarakat perbatasan dengan petugas imigrasi yang bertugas di wilayah terdepan NKRI.

“Anak-anak perbatasan adalah garda terdepan masa depan bangsa. Mendidik mereka berarti menjaga kedaulatan Indonesia untuk generasi yang akan datang,” kata Arvin.

Ia menegaskan bahwa kehadiran jajaran imigrasi di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan tugas pengawasan dan pelayanan keimigrasian, tetapi juga membawa misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi anak-anak Desa Maumutin dan Turiskain, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang menghadirkan semangat baru untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Senyum dan antusiasme anak-anak yang menerima bantuan menjadi penyemangat tersendiri bagi jajaran imigrasi untuk terus berkarya dan mengabdi di wilayah perbatasan.

“Ini bukan sekadar membagikan buku dan alat tulis. Ini adalah pesan bahwa negara hadir, negara peduli, dan negara tidak pernah melupakan masyarakat yang tinggal di ujung terdepan NKRI,” ungkap Saroha dengan haru.

Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT berharap semangat belajar anak-anak di wilayah perbatasan terus tumbuh, sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RSD)

Komentar

Loading...