Oleh: Indra Efendi Rangkuti

Kisah Perjalana Karir Luis Enrique, Pelatih PSG yang Ternyata Seorang Pembelot Real Madrid

3.Barcelona
Seusai kontraknya berakhir di Real Madrid pada akhir musim 1995/1996 Luis Enrique mengambil keputusan mengejutkan dengan pindah ke rival abadi Real Madrid yaitu Barcelona. Salah satu yang mendasari keputusan ini adalah kurangnya penghargaan yang diberikan pendukung Real madrid kepada dirinya.

Enrique hadir ke Barcelona di saat legenda besar Barcelona Johan Cruyff memutuskan meninggalkan Barcelona pada akhir musim 1995/1996. Padahal salah satu yang mendasari kepindahannya ke barcelona adalah keberadaan Cruyff disana. Namun pengganti Cruyff Asal Inggris Bobby Robson melihat potensi besar dalam dirinya dan menjadikannya sebagai pilihan pertama.

Pada awal kedatangannya ke Barcelona para suporter sempat meragukan komitmennya untuk Barcelona karena rivalitas abadi antara Real Madrid dengan Barcelona. Apalagi Enrique berperan besar membawa Reakl Madrid menghentikan dominasi Barcelona di La Liga pada musim 1994/1995.

Namun Enrique berhasil menjawab keraguan suporter Barcelona dengan penampilannya yang gemilang. Enrique mampu tampil menawan bersama bintang – bintang Barcelona saat itu seperti : Josep Guardiola, Laurent Blanc, Ivan De La Pena, Fernando Couto, Luis Figo, Jose Bakero, Ronaldo Luiz Nazario dll.

Walau gagal membawa Barcelona menjadi Juara La Liga namun Enrique berperan besar membawa Barcelona meraih Juara Piala Super Spanyol 1996 dan Winners Cup musim 1996/1997.

Kepergian Bobby Robson pada akhir musim 1996/1997 dari Barcelona dan digantikan oleh Louis Van Gaal tidak membuatnya kehilangan posisi. Barcelona juga sempat diperkirakan limbung karena Ronaldo dan Laurent Blanc hengkang namun kehadiran bintang – bintang baru seperti Rivaldo, Sonny Anderson, Michael Reiziger dll membuat Barcelona bisa bangkit.

Diawali kesuksesan meraih Piala Super Eropa pada awal musim 1997/1998 Enrique berperan besar membawa Barcelona meraih Juara La Liga dan Copa Del Rey musim 1997/1998.

Kontribusi Enrique tetap terasa pada musim berikutnya.Kehadiran bintang baru seperti Patrick Kluivert, Philip Cocu, Boudewijn Zenden, Frank dan Ronald De Boer serta bintang muda Xavi Hernandez membuat Barcelona semakin kuat dan akhirnya membuat Barcelona sukses meraih Juara Liga Spanyol musim 1998/1999.

Kegagalan Barcelona di musim 1999/2000 membuat Louis Van Gaal hengkang dari Barcelona dan digantikan oleh Lorenzo Serra Ferrer dan Charles Rexach. Namun sayang Barcelona kembali gagal meraih gelar.Demikian juga dengan kembalinya Louis Van Gaal pada 2002 yang di pertengahan musim digantikan oleh Radomir Antic tetap membuat Barcelona nihil gelar.

Hal ini sempat membuat spekulasi bahwa Enrique akan hengkang. Namun Enrique tetap setia bersama Barcelona seiring kehadiran pelatih baru Frank Rijkaard. Bahkan ban kapten tetap dipercayakan kepadanya walau posisinya sempat dipertanyakan seiring kehadiran bintang muda Andres Iniesta dan bintang baru Deco dan Giovanni Van Bronckhorst.

Namun Rijkaard tetap menjadikannya sebagai starter walau pada musim 2003/2004 ini Enrique kerap dilanda cedera. Barcelona menawarinya perpanjangan kontrak namun akibat dirinya yang mulai kerap cedera Enrique memutuskan mundur sebagai pesepakbola pada akhir musim 2003/2004.

Pada 16 Mei 2004 Luis Enrique memainkan pertandingan terakhirnya bersama Barcelona di Camp Nou saat menjamu Racing Santander. Barcelona menang 1-0 atas Santander dan pada akhir pertandingan Enrique mandapat aplaus dari suporter Barcelona.

Total Enrique membela Barcelona sebanyak 229 kali di semua ajang dan mencetak 109 gol. Sebagai penghargaan atas dedikasinya pada 4 Maret 2004 legenda besar sepakbola dunia Pele memasukkan Enrique dalam daftar 125 pesepakbola terbaik yang masih hidup.

4.Timnas Spanyol
Luis Enrique bermain untuk Timnas Spanyol pada Piala Dunia 1994,1998 dan 2002 serta Piala Eropa 2000. Enrique melakukan debutnya untuk Timnas Spanyol pada 17 April 1991 dimana Enrique tampil selama 22 menit  pada pertandingan persahabatan melawan Rumania di Cáceres.Sayang Spanyol kalah 0-2 dalam pertandingan ini.

Luis Enrique juga turut membela Timnas Spanyol U23 di Olimpiade Barcelona 1992 bersama Josep Guardiola, Abelardo, Santigo Canizares, Kiko dan Albert Ferrer. Luis Enrique turut memberi kontribusi positif dan menghantarkan Timnas Spanyol U23 meraih Medali Emas setelah di Final menaklukkan Polandia 3-2.

Pada Piala Dunia 1994, yang diadakan di Amerika Serikat, Enrique mencetak gol internasional pertamanya ketika Spanyol menang 3-0 atas Swiss di Washington pada babak 16 besar. Ketika Spanyol takluk 1-2 atas Italia pada babak 8 besar di Stadion Foxboro, sikut Mauro Tassotti mengenai wajahnya hingga berdarah, tetapi Tassotti tidak mendapat hukuman dan diprotes oleh Enrique dan rekan – rekannya.

Tassotti dilarang bermain selama delapan pertandingan seusai Piala Dunia oleh FIFA yang menginvetigasi kasus tersebut. Ketika Spanyol bertemu Italia di Euro 2008 pada 22 Juni 2008, untuk memperebutkan tempat di Semifinal, Luis Enrique dilaporkan meminta tim untuk "membalas dendam" atas insiden Piala Dunia 1994 tersebut dengan mengalahkan Italia. Spanyol sendiri akhirnya menaklukkan Italia 4-2 melalui adu penalti saat itu.

Tassotti yang saat itu menjabat asisten pelatih AC Milan mengatakan kepada surat kabar Marca bahwa dia lelah selalu diingatkan tentang insiden dengan enrique di Piala Dunia 1994 tersebut, dan berkata bahwa dia tidak pernah bermaksud menyakiti orang Enrique saat itu.

Pada Piala Dunia 1998, Luis Enrique memainkan peran penting dalam kemenangan telak 6-1 atas Bulgaria pada pertandingan terakhir grup, mencetak gol dan memberikan satu assist  dan juga sukses mengeksekusi penalti  tetapi Spanyol tetap tersingkir. 

Pada tanggal 5 Juni 1999 ia mencetak tiga gol  dalam kemenangan 9-0 di Villarreal atas San Marino pada kualifikasi Euro 2000. Pada tanggal 23 Juni 2002, Enrique pensiun dari Timnas Spanyol, untuk memberikan lebih banyak waktu bermain kepada para pemain muda dan fokus untuk bermain bersama Barcelona.

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...