Stasiun Bajalinggei Berusia 110 Tahun, Layani 5.071 Penumpang dan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Stasiun Bajalinggei di Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, menjadi salah satu stasiun bersejarah di Sumatera Utara yang telah beroperasi sejak 5 Mei 1916.

GIMIC.ID, SERDANG BEDAGAI – Keberadaan Stasiun Bajalinggei di Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), bukan sekadar menjadi saksi panjang sejarah perkeretaapian di Sumatera Utara. Stasiun yang mulai beroperasi sejak 5 Mei 1916 ini juga memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perdesaan.

Menjadi bagian dari jalur bersejarah yang menghubungkan Tebing Tinggi dengan Pematangsiantar, Stasiun Bajalinggei hingga kini tetap konsisten melayani perjalanan masyarakat menggunakan transportasi kereta api.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan keberadaan stasiun di sepanjang jalur kereta api memiliki peran penting dalam memperluas akses transportasi masyarakat, termasuk bagi warga yang tinggal di wilayah perdesaan.

"Kereta api memiliki peran penting dalam membuka akses mobilitas masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kawasan perdesaan. Melalui layanan yang terhubung dengan berbagai pusat aktivitas, KAI ingin memastikan kereta api dapat menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk mendukung perjalanan sehari-hari, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun memenuhi kebutuhan lainnya," ujar Anwar.

Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terlihat dari peningkatan jumlah pelanggan di Stasiun Bajalinggei.

Sejak dibukanya kembali layanan naik dan turun penumpang pada 1 Februari 2025, antusiasme masyarakat sekitar terus menunjukkan perkembangan positif.

Berdasarkan data KAI Divre I Sumatera Utara, sepanjang Januari hingga September 2026, Stasiun Bajalinggei telah melayani sebanyak 5.071 pelanggan, baik yang naik maupun turun.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 54 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebanyak 3.295 pelanggan.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa keberadaan Stasiun Bajalinggei semakin dibutuhkan masyarakat sebagai salah satu akses transportasi yang praktis, terjangkau, dan mampu menghubungkan kawasan perdesaan dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi maupun pemerintahan.

Potensi pelayanan Stasiun Bajalinggei juga didukung oleh jumlah penduduk di wilayah sekitarnya.

Berdasarkan publikasi Kecamatan Dolok Merawan Dalam Angka yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serdang Bedagai, jumlah penduduk Kecamatan Dolok Merawan tercatat sebanyak 19.489 jiwa.

Sementara itu, Desa Dolok Merawan yang menjadi lokasi Stasiun Bajalinggei merupakan desa dengan jumlah penduduk tertinggi, yakni mencapai 5.750 jiwa atau sekitar 30 persen dari total penduduk kecamatan tersebut.

Kondisi ini menjadi salah satu potensi besar bagi pengembangan layanan transportasi kereta api di kawasan tersebut.

Menurut Anwar, kemudahan akses transportasi melalui keberadaan stasiun turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat dan perkembangan wilayah di sekitarnya.

"Kehadiran stasiun dengan jangkauan mobilitas yang mudah terbukti menjadi daya tarik bagi warga untuk bermukim di sekitarnya. Alhasil, denyut perekonomian kawasan kian berkembang dan stasiun pun tumbuh sebagai penggerak ekonomi warga lokal," jelasnya.

Dalam mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat, Stasiun Bajalinggei setiap hari disinggahi empat perjalanan Kereta Api (KA) Siantar Ekspres.

Layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bepergian menuju Kota Pematangsiantar maupun Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

Dengan tarif yang relatif terjangkau, yakni Rp22.000, masyarakat juga dapat menjangkau pusat pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai di Sei Rampah melalui konektivitas perjalanan yang terhubung langsung dengan Stasiun Rampah.

Kehadiran layanan tersebut menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, urusan pemerintahan hingga aktivitas ekonomi.

KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mengoptimalkan keberadaan Stasiun Bajalinggei sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Evaluasi operasional akan terus dilakukan agar layanan stasiun dapat berjalan maksimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

"KAI Divre I Sumatera Utara terus melakukan evaluasi atas operasional Stasiun Bajalinggei dalam perannya mendukung mobilitas masyarakat, agar lebih maksimal dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat," tutup Anwar.

Dengan sejarah panjang sejak 1916 dan pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat, Stasiun Bajalinggei membuktikan bahwa transportasi kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antardaerah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membuka akses, memperkuat konektivitas, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat perdesaan di Kabupaten Serdang Bedagai.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...