Tinggalkan Paham Radikalisme, Napiter Lapas Perempuan Medan Ikrar Setia kepada NKRI
Narapidana tindak pidana terorisme, Herna Alda Sunrita, mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan mencium Bendera Merah Putih dalam kegiatan pembinaan dan deradikalisasi di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Rabu (21/10/2026), disaksikan jajaran pemasyarakatan dan unsur terkait.
GIMIC.ID, MEDAN – Upaya pembinaan dan deradikalisasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan menunjukkan perkembangan positif. Seorang narapidana tindak pidana terorisme (napiter), Herna Alda Sunrita, mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (21/10/2026).
Prosesi ikrar tersebut menjadi bagian dari program pembinaan untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta mendorong narapidana meninggalkan paham radikalisme yang dianut sebelumnya.
Dalam kegiatan tersebut, Herna mengucapkan ikrar setia kepada NKRI, menandatangani naskah ikrar, serta mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan dan kesetiaan kepada bangsa dan negara.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar, penandatanganan naskah ikrar, pembacaan teks Pancasila, serta penghormatan terhadap Bendera Merah Putih.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang. Turut menyaksikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi; Kasubdit Deradikalisasi Narapidana BNPT, Kolonel (Mar) Wahyu Herawa; serta Pelaksana Harian Kasatgaswil Sumut Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Guntur Andriyanto.
Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Ridwan Sujana Angsar; Komandan Koramil 0201-06/Medan Sunggal, Kapten Arm Yani Darma Putra; Kanit Intel Polsek Medan Helvetia, Iptu Tony Chandra; Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi; serta jajaran terkait lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, mengapresiasi perubahan sikap yang ditunjukkan Herna melalui pengucapan ikrar setia kepada NKRI.
Menurutnya, ikrar tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pembinaan dan deradikalisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
“Ikrar ini menjadi bukti nyata bahwa program deradikalisasi, pembinaan kepribadian, dan pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan telah berjalan dengan baik, menyentuh hati, dan membawa perubahan positif,” ujar Jalu.
Ia berharap perubahan tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi landasan bagi Herna untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan serta menghormati keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, menjelaskan bahwa selama menjalani masa pidana, Herna menunjukkan sikap yang baik dan bersedia mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang diselenggarakan pihak lapas.
Pembinaan tersebut meliputi kegiatan salat berjamaah, program pembinaan kemandirian, serta upacara kesadaran berbangsa yang dilaksanakan secara rutin.
“Napiter mampu dan bersedia mengikuti seluruh kegiatan pembinaan yang diselenggarakan Lapas dengan baik, di antaranya salat berjamaah, kegiatan pembinaan kemandirian, dan upacara kesadaran berbangsa secara rutin,” terang Yekti.
Ia menambahkan, proses pembinaan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan sinergi dengan mitra Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di wilayah Sumatera Utara.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program deradikalisasi, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membangun kesadaran warga binaan agar dapat meninggalkan ideologi kekerasan.
Pengucapan ikrar setia kepada NKRI ini menegaskan peran lembaga pemasyarakatan tidak hanya sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan proses perubahan perilaku bagi warga binaan.
Melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, narapidana diharapkan mampu mengembangkan sikap toleran, menghargai perbedaan, serta membangun komitmen untuk tidak kembali terlibat dalam tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Ke depan, program pembinaan dan deradikalisasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, mereka diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Ikrar setia NKRI yang diucapkan Herna Alda Sunrita menjadi bagian dari proses tersebut, sekaligus menandai komitmen yang perlu terus diperkuat melalui pembinaan lanjutan dan pendampingan secara berkelanjutan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-Avid)
Komentar