Pascarenovasi, Pelanggan Stasiun Perbaungan Naik 19 Persen, Tembus 43.858 Orang

GIMIC.ID, SERDANG BEDAGAI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat peningkatan jumlah pelanggan di Stasiun Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Sepanjang Januari hingga September 2026, stasiun tersebut melayani sebanyak 43.858 pelanggan yang naik dan turun, meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 37.004 pelanggan.

Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan transportasi kereta api oleh masyarakat. Selain didukung kebutuhan mobilitas antardaerah, pertumbuhan tersebut juga sejalan dengan peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Perbaungan setelah menjalani renovasi.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan renovasi yang telah diresmikan pada 25 Desember 2025 menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya minat masyarakat menggunakan layanan kereta api.

“Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut tidak terlepas dari selesainya renovasi yang dilakukan dan telah diresmikan pada 25 Desember 2025. Dengan ruang tunggu yang lebih luas dan nyaman serta fasilitas yang lebih lengkap, membuat banyak masyarakat memilih kereta api untuk bertransportasi,” kata Anwar.

Menurutnya, peningkatan kualitas fasilitas stasiun merupakan bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan transportasi yang semakin nyaman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Stasiun Perbaungan memiliki perjalanan panjang dalam sejarah perkeretaapian di Sumatera Utara. Stasiun ini telah melayani perjalanan kereta api sejak 1890 dan hingga kini tetap menjadi salah satu simpul transportasi penting bagi masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai dan sekitarnya.

Seiring perkembangan wilayah dan meningkatnya kebutuhan mobilitas, keberadaan Stasiun Perbaungan dinilai tetap relevan dalam mendukung konektivitas antardaerah.

Pertumbuhan jumlah pelanggan juga berlangsung di tengah dinamika perekonomian Kabupaten Serdang Bedagai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam keterangan tersebut, perekonomian Serdang Bedagai pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,96 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Sementara itu, kategori penyediaan akomodasi serta makan dan minum mencatat pertumbuhan sebesar 19,55 persen.

Anwar menilai peningkatan mobilitas melalui Stasiun Perbaungan berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar stasiun.

“Pergerakan penumpang melalui Stasiun Perbaungan turut berpotensi mendukung kegiatan ekonomi warga sekitarnya. Arus orang yang datang dan berangkat dapat membuka peluang bagi usaha penginapan, makanan, perdagangan kecil, serta layanan transportasi lanjutan,” ujarnya.

Dengan demikian, keberadaan stasiun tidak hanya mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, tetapi juga berpotensi memperluas peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, Stasiun Perbaungan saat ini melayani 12 perjalanan kereta api reguler setiap hari.

Layanan tersebut terdiri atas enam perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pulang-pergi (PP), empat perjalanan KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar PP, serta dua perjalanan KA Sribilah Utama PP.

Selain layanan reguler tersebut, KA Sribilah Fakultatif juga singgah di Stasiun Perbaungan pada waktu-waktu tertentu sesuai pengoperasiannya.

Ketersediaan beragam layanan kereta api tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat, baik untuk kepentingan pekerjaan, pendidikan, aktivitas ekonomi, maupun kebutuhan perjalanan lainnya.

KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar perjalanan menggunakan kereta api semakin nyaman dan dapat diandalkan oleh masyarakat.

Tidak hanya melayani angkutan penumpang, Stasiun Perbaungan juga memiliki peran strategis dalam mendukung rantai pasok logistik melalui fasilitas tempat muat minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Fasilitas tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis antara KAI Divre I Sumatera Utara dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina.

Keberadaan fasilitas angkutan barang ini memperkuat fungsi Stasiun Perbaungan sebagai simpul transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara.

Menurut Anwar, angkutan CPO melalui jalur kereta api menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kelancaran distribusi hasil industri kelapa sawit menuju pasar domestik maupun global.

“Stasiun Perbaungan mempertegas perannya yang tidak hanya sebagai simpul utama penyedia konektivitas mobilitas warga, tetapi juga pendukung penting distribusi CPO sebagai komoditas unggulan Sumatera Utara menuju pasar domestik maupun global. Dengan pelayanan yang terus ditingkatkan, kehadiran stasiun ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus memperkuat daya saing logistik daerah,” tutur Anwar.

Melalui peningkatan fasilitas, layanan perjalanan penumpang, dan dukungan terhadap angkutan barang, KAI Divre I Sumatera Utara berharap Stasiun Perbaungan terus berkembang sebagai bagian penting dari jaringan transportasi dan logistik regional.

Pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 19 persen hingga September 2026 menjadi indikator meningkatnya penggunaan layanan stasiun tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...