Bapenda Medan Paparkan Medan QRESTO, Inovasi Digital untuk Akselerasi Penerimaan Daerah
Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah Bapenda Kota Medan, Popy Maya Syafira, menyampaikan paparan dalam sesi Sharing Best Practice ETPD pada kegiatan Capacity Building, Studi Inovasi dan Sharing Best Practice TP2DD dalam Mengakselerasi Penerimaan Daerah di Adimulia Hotel Medan, Rabu (23/9/2026).
GIMIC.ID, MEDAN — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan penerimaan daerah melalui pengembangan inovasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Komitmen tersebut disampaikan Bapenda Kota Medan dalam kegiatan Benchmarking dan Sharing Best Practice ETPD dalam Mengakselerasi Penerimaan Daerah yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama mitra kerja di Kota Medan. Kegiatan utama berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, di Adimulia Hotel Medan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian hadir sebagai narasumber yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah, Popy Maya Syafira, didampingi Kepala Bidang HRH, Irfan Parlindungan Lubis.
Bapenda Kota Medan menyampaikan materi bertajuk “Strategi, Inovasi, dan Lesson Learned dalam Akselerasi Penerimaan Daerah”. Pemaparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta.
Salah satu inovasi yang menjadi bagian utama dalam pemaparan Bapenda Kota Medan adalah Medan QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization).
Medan QRESTO merupakan inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah, khususnya pada sektor usaha makanan dan minuman.
Melalui sistem tersebut, transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan mekanisme split payment, sehingga komponen pajak dapat dipisahkan secara otomatis dari nilai transaksi dan selanjutnya disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem transaksi yang lebih terdigitalisasi sekaligus memperkuat pengawasan dan optimalisasi penerimaan pajak daerah.
Bagi Bapenda Kota Medan, digitalisasi transaksi bukan hanya berkaitan dengan kemudahan pembayaran, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas administrasi perpajakan serta memperkuat transparansi dalam pengelolaan penerimaan daerah.
Kegiatan benchmarking dan sharing best practice tersebut juga diisi dengan pemaparan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengenai success story serta dukungan Bank Indonesia dalam mendorong implementasi ETPD.
Selain itu, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) turut menyampaikan materi mengenai sinergi dan kontribusi Bank Sumut sebagai bank RKUD dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah dan percepatan implementasi transaksi non-tunai.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan perbankan daerah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Melalui kegiatan berbagi pengalaman dan praktik baik ini, Bapenda Kota Medan diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan inovasi digital yang mendukung optimalisasi penerimaan daerah.
Pengembangan ETPD juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pemerintah Kota Medan dalam mendorong tata kelola penerimaan daerah yang semakin efektif, transparan, dan berbasis teknologi.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar