KAI Divre I Sumut Catat Penggunaan BBM Bersubsidi 2,28 Juta Liter hingga Agustus 2026
Petugas Pertamina mengenakan alat pelindung diri saat melakukan pengisian BBM pada lokomotif kereta api di fasilitas perawatan sarana.
GIMIC.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebanyak 2.289.400 liter untuk mendukung operasional kereta api penumpang sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Penggunaan BBM bersubsidi tersebut menjadi bagian dari penyediaan layanan transportasi publik yang massal, efisien, dan terjangkau melalui skema Public Service Obligation (PSO).
Manager Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan kereta api memiliki tingkat efisiensi energi yang tinggi karena mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan.
“Dalam setiap perjalanan, kereta dapat mengangkut ratusan hingga ribuan penumpang sekaligus, sehingga kebutuhan energi untuk mobilitas per orang berpotensi jauh lebih efisien dibandingkan apabila perjalanan yang sama dilakukan menggunakan kendaraan pribadi secara individual,” ujar Anwar.
Anwar menjelaskan, selama periode Januari hingga Agustus 2026, layanan kereta api PSO di wilayah Divre I Sumatera Utara telah melayani 1.288.858 pelanggan melalui 3.402 perjalanan kereta api bersubsidi.
Layanan tersebut mencakup tiga relasi kereta api, yakni:
- KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pulang-pergi (PP).
- KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar PP.
- KA Datuk Belambangan relasi Tebing Tinggi–Lalang PP.
Menurut Anwar, tingginya jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api menunjukkan peran penting transportasi massal dalam mendukung mobilitas masyarakat Sumatera Utara.
Sebagai gambaran, apabila 1.288.858 pelanggan tersebut diangkut menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil dengan asumsi kapasitas empat orang per kendaraan, diperlukan sedikitnya 322.215 unit mobil untuk mengangkut seluruh penumpang tersebut.
“Jumlah perjalanan yang lebih sedikit tentu menggunakan bahan bakar yang juga lebih efisien. Keputusan masyarakat memilih menggunakan kereta api menghasilkan efek berantai, mulai dari mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi kebutuhan BBM, sekaligus mendukung mobilitas yang lebih efisien,” kata Anwar.
Selain mendorong efisiensi energi melalui layanan transportasi massal, KAI Divre I Sumatera Utara juga menunjukkan komitmen terhadap penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Dari total penggunaan 2.289.400 liter BBM sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 535.004 liter di antaranya merupakan BBM jenis Biosolar B50.
Anwar menyampaikan, sejak 5 Juli 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah menerapkan penggunaan Biosolar B50 secara penuh untuk seluruh jenis sarana yang dioperasikannya.
Penerapan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung penggunaan energi yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga keandalan operasional perkeretaapian.
Anwar menegaskan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional, keselamatan perjalanan, serta kualitas pelayanan agar kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Ia juga menyebutkan bahwa keputusan masyarakat menggunakan kereta api turut mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya dan mendorong pemanfaatan BBM bersubsidi secara lebih efisien.
“Pilihan masyarakat untuk menggunakan kereta api turut mendukung pemerintah dalam mengurangi kepadatan di jalan raya serta mendorong penggunaan BBM bersubsidi secara lebih efisien dan tepat sasaran,” ungkap Anwar.
“KAI Divre I Sumatera Utara akan terus memastikan keberlangsungan layanan angkutan massal yang aman, andal, ramah lingkungan, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar