Cegah Kecelakaan di Area Pelabuhan, PMT Edukasi 390 Pekerja tentang Bahaya Blind Spot

Puluhan pekerja mengikuti kegiatan edukasi keselamatan kerja yang digelar PT Prima Multi Terminal (PMT) di Terminal Belawan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pekerja terhadap bahaya blind spot serta memperkuat budaya K3 di lingkungan operasional pelabuhan.

GIMIC.ID, BELAWAN – Aktivitas alat berat, kendaraan operasional, dan pekerja yang berlangsung secara bersamaan di area pelabuhan memiliki berbagai potensi risiko keselamatan. Salah satu bahaya yang perlu menjadi perhatian serius adalah blind spot atau titik buta pada kendaraan maupun alat berat.

Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja, PT Prima Multi Terminal (PMT) menggelar kegiatan Ngobras & Safety Induction Bahaya Titik Buta (Blind Spot) di Terminal Belawan, Kamis (31/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 390 pekerja yang terbagi dalam empat sesi. Peserta terdiri dari operator alat, pengemudi kendaraan operasional, serta pekerja lapangan yang terlibat dalam aktivitas bongkar muat di Terminal Belawan.

Melalui kegiatan ini, para pekerja mendapatkan edukasi mengenai potensi bahaya blind spot, termasuk langkah-langkah mitigasi yang perlu diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan di area operasional.

Dalam aktivitas kepelabuhanan, blind spot merupakan area di sekitar kendaraan atau alat berat yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator. Kondisi tersebut menjadi salah satu potensi bahaya mengingat mobilitas alat berat, kendaraan operasional, dan pekerja berlangsung secara bersamaan.

Manager Pengelolaan Operasi Terminal 1 PMT, Harlem Susanto Purba, mengatakan pemahaman mengenai blind spot tidak hanya penting bagi operator alat, tetapi juga seluruh pekerja yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran seluruh operator dan pekerja pelabuhan mengenai pentingnya memahami area blind spot. Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap individu harus memahami risiko yang ada dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Harlem.

Menurutnya, penguatan pemahaman mengenai keselamatan kerja harus dilakukan secara konsisten. Edukasi tidak cukup hanya memberikan pengetahuan, tetapi harus mampu membangun kesadaran sehingga keselamatan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari para pekerja.

“Kesadaran terhadap keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja. Dengan memahami potensi risiko dan mematuhi prosedur yang berlaku, kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan menjaga operasional pelabuhan tetap berjalan dengan aman,” katanya.

Komitmen tersebut sejalan dengan capaian K3 PMT di Terminal Belawan yang hingga saat ini mencatat nihil kecelakaan kerja atau zero accident.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas operasional pelabuhan. PMT berupaya mempertahankan kondisi tersebut melalui penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), peningkatan kompetensi pekerja, serta pelaksanaan edukasi keselamatan secara berkelanjutan.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya blind spot, kegiatan Ngobras & Safety Induction juga menjadi ruang komunikasi antara manajemen dan pekerja.

Melalui forum tersebut, pekerja dapat berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan dan mengidentifikasi potensi risiko yang ditemukan selama menjalankan aktivitas operasional di lapangan.

Komunikasi secara langsung antara manajemen dan pekerja dinilai penting dalam membangun kesadaran keselamatan. Dengan adanya ruang untuk membahas potensi bahaya secara terbuka, pekerja diharapkan semakin memahami risiko di lingkungan kerja dan mampu menerapkan langkah pencegahan sesuai prosedur.

Bagi PMT, keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap individu yang terlibat dalam kegiatan operasional.

Pemahaman terhadap titik buta kendaraan dan alat berat menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, baik bagi operator maupun pekerja di sekitar area operasional.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, PMT berkomitmen mempertahankan capaian zero accident sekaligus membangun budaya keselamatan yang semakin kuat di Terminal Belawan.

Dengan meningkatnya pemahaman pekerja terhadap potensi bahaya, khususnya blind spot, diharapkan seluruh aktivitas operasional dapat berlangsung secara aman, tertib, dan produktif tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Komentar

Loading...