Stasiun Padang Halaban Layani 11.365 Pelanggan hingga Juli 2026, Tumbuh 20 Persen
Stasiun Padang Halaban di Desa Perkebunan Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menjadi salah satu simpul transportasi masyarakat sekaligus bagian dari sejarah perkembangan kawasan perkebunan di Sumatera Utara.
GIMIC.ID, LABUHANBATU UTARA – Stasiun Padang Halaban di Desa Perkebunan Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, terus memperkuat perannya sebagai simpul mobilitas masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi daerah.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat Stasiun Padang Halaban telah melayani 11.365 pelanggan. Angka tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 9.450 pelanggan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Stasiun Padang Halaban masih memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan transportasi masyarakat.
Menurutnya, stasiun tersebut juga memiliki nilai historis yang kuat karena keberadaannya tidak terlepas dari perkembangan kawasan perkebunan di Labuhanbatu Utara.
“Stasiun Padang Halaban memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan aktivitas perkebunan sejak resmi beroperasi pada 1937, bertepatan dengan rampungnya jalur kereta api Kisaran–Rantauprapat,” kata Anwar.
Sejak awal pengoperasiannya, Stasiun Padang Halaban memiliki fungsi strategis dalam mendukung aktivitas perkebunan. Hampir sembilan dekade kemudian, stasiun tersebut tetap menjalankan perannya sebagai penghubung kawasan perkebunan dengan sejumlah pusat ekonomi di Sumatera Utara.
“Hampir sembilan dekade berlalu, Stasiun Padang Halaban tetap menjalankan fungsinya menghubungkan kawasan perkebunan dengan pusat-pusat ekonomi seperti Rantauprapat, Kisaran, Tebing Tinggi, hingga Medan,” ujar Anwar.
Pada masa awal berdirinya, stasiun terutama digunakan untuk mendukung mobilitas dan pengangkutan komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet.
Hingga kini, aktivitas angkutan komoditas perkebunan yang masih dilayani dari stasiun tersebut berupa crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) melalui jalur simpang menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT SMART.
Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, fungsi Stasiun Padang Halaban pun semakin luas. Tidak lagi hanya berperan sebagai simpul logistik, stasiun tersebut kini menjadi salah satu akses transportasi masyarakat di wilayah sekitarnya.
Anwar menjelaskan, peran Stasiun Padang Halaban sebagai simpul mobilitas masyarakat didukung oleh operasional enam perjalanan KA Sribilah Utama yang berhenti di stasiun tersebut untuk melayani aktivitas naik dan turun penumpang setiap hari.
Keberadaan layanan tersebut memberikan alternatif transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus menghubungkan kawasan Labuhanbatu Utara dengan sejumlah daerah lainnya.
“Stasiun Padang Halaban menjadi tulang punggung transportasi bagi warga sekitar yang secara historis banyak didatangkan sebagai pekerja perkebunan,” jelasnya.
Menurut Anwar, perkembangan layanan tersebut juga memperlihatkan bagaimana fungsi perkeretaapian dapat beradaptasi mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan wilayah.
Selain mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik, Stasiun Padang Halaban juga memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pariwisata lokal.
Salah satu daya tarik yang berada tidak jauh dari stasiun terdapat di jalur simpang menuju PKS PT SMART. Lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Lorong Negeri atau Padang Halaban View tersebut menawarkan panorama jalur kereta api yang dinaungi pepohonan tua dan lebat.
Rimbunnya pepohonan di sepanjang jalur membuat kawasan tersebut tampak menyerupai terowongan hijau alami. Keunikan panorama itu kemudian menarik perhatian masyarakat, khususnya sebagai lokasi fotografi.
“Sambil menunggu jalur tersebut kembali digunakan untuk melayani angkutan CPO dari PKS menuju ke stasiun, saat ini lokasi tersebut banyak digunakan oleh masyarakat sebagai destinasi wisata fotografi,” kata Anwar.
Meski demikian, KAI mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan aspek keselamatan ketika beraktivitas di sekitar jalur maupun fasilitas perkeretaapian.
Untuk angkutan komoditas perkebunan melalui jalur simpang tersebut, Anwar menyebut aktivitas terakhir tercatat aktif pada 2025 dan saat ini belum kembali beroperasi.
Kendati demikian, KAI Divre I Sumatera Utara tetap melihat adanya peluang pengembangan angkutan barang pada masa mendatang. Potensi tersebut sejalan dengan kesiapan layanan perkeretaapian serta kebutuhan distribusi berbagai komoditas dari wilayah perkebunan.
Menurut Anwar, optimalisasi angkutan barang melalui kereta api dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung efisiensi distribusi komoditas sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah.
Anwar menegaskan, keberadaan Stasiun Padang Halaban merupakan gambaran perjalanan panjang perkeretaapian di Sumatera Utara dalam mendukung perkembangan wilayah.
“Stasiun Padang Halaban adalah bukti nyata bagaimana perkeretaapian mampu bertransformasi dari sarana pengangkut hasil bumi menjadi jembatan mobilitas masyarakat sekaligus penopang distribusi logistik,” tuturnya.
Ia menambahkan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperkuat dan mengoptimalkan peran strategis perkeretaapian, baik dalam pelayanan penumpang maupun angkutan barang.
“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperkuat dan mengoptimalkan peran strategis ini demi mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara,” pungkas Anwar.
Dengan meningkatnya jumlah pelanggan hingga Juli 2026, Stasiun Padang Halaban menunjukkan bahwa keberadaan infrastruktur perkeretaapian tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perkembangan kawasan perkebunan, tetapi juga terus beradaptasi menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Labuhanbatu Utara.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar