DPRD Sumut Bawa Dugaan Pencurian Barang Taruna PBD ke Penegak Hukum

Anggota DPRD Sumatera Utara, Fajri Akbar, saat memberikan keterangan terkait rencana inspeksi mendadak (sidak) Komisi E DPRD Sumut ke SMA PBD Medan untuk menindaklanjuti dugaan kehilangan barang milik taruna di asrama. (Dok)

GIMIC.ID, MEDAN – Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut) akan menindaklanjuti dugaan pencurian barang milik taruna di asrama SMA Pulau Brayan Darat (PBD) Medan. Persoalan tersebut mencuat setelah sejumlah orangtua taruna mengeluhkan kehilangan barang pribadi anak mereka dan menyampaikan keluhan melalui media sosial.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Fajri Akbar, mengatakan pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMA PBD Medan pada Jumat (14/8/2026). Sidak dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung dari pihak sekolah sekaligus memastikan penanganan terhadap dugaan kehilangan barang tersebut.

Fajri mengatakan, informasi mengenai dugaan kehilangan barang taruna baru diterima pihaknya dan langsung mendapat perhatian dari Komisi E DPRD Sumut.

“Berita ini baru kami dapati dan langsung kami sikapi. Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara. Insyaallah besok hari Jumat, 14 Agustus 2026, setelah agenda paripurna rangkaian Nota Pertanggungjawaban Presiden, kami akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke sekolah tersebut,” ujar Fajri, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditangani karena dugaan kehilangan barang disebut tidak hanya dialami satu orang taruna. Bahkan, keluhan disebut datang dari siswa senior maupun taruna yang baru masuk ke sekolah tersebut.

“Kita tidak ingin ada pembiaran dari pihak sekolah yang akhirnya merugikan para siswa. Ini bukan dialami oleh satu orang saja, tapi banyak siswa, bahkan yang baru bersekolah di sana pun mengalami hal yang sama,” katanya.

Dalam sidak tersebut, DPRD Sumut akan meminta klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak manajemen sekolah maupun pengelola asrama terkait dugaan kehilangan barang milik taruna.

DPRD Sumut juga membuka kemungkinan meminta keterangan dari para orangtua taruna untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kronologi kehilangan serta langkah-langkah yang telah dilakukan pihak sekolah.

“Serta tidak menutup kemungkinan untuk menggali keterangan dari para orangtua murid demi mendapatkan kejelasan atas permasalahan ini,” ungkap Fajri.

Fajri menegaskan, DPRD Sumut akan melihat persoalan tersebut secara objektif berdasarkan fakta dan hasil penelusuran di lapangan. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan, pembiaran, atau pihak tertentu yang diduga terlibat, pihaknya tidak menutup kemungkinan meneruskan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Jika dari hasil sidak besok kami temukan ada pihak-pihak yang sengaja melindungi, membiarkan, atau bahkan menciptakan kondisi ini, tentu akan kami teruskan kasus ini ke aparat penegak hukum,” tegas politikus Partai Demokrat tersebut.

Sebelumnya, sejumlah orangtua taruna SMA PBD Medan mengeluhkan keamanan barang pribadi anak-anak mereka yang disimpan di asrama.

Keluhan tersebut disampaikan melalui kolom komentar media sosial sekolah setelah sejumlah taruna disebut mengalami kehilangan barang pribadi.

Para orangtua menyebut dugaan kehilangan tersebut bukan kali pertama terjadi. Mereka kemudian meminta pihak sekolah dan yayasan meningkatkan sistem pengawasan serta mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Pihak yayasan sebelumnya telah menerbitkan surat pemberitahuan yang memuat delapan poin terkait persoalan tersebut. Namun, sejumlah orangtua menilai surat tersebut belum sepenuhnya menjawab substansi keluhan, terutama terkait dugaan hilangnya barang milik taruna.

Mereka juga mempertanyakan tindak lanjut terhadap poin kedelapan dalam surat tersebut, khususnya mengenai penanganan kasus kehilangan barang.

Para orangtua mempertanyakan apakah pihak sekolah telah mengetahui pihak yang diduga mengambil barang milik taruna dan langkah atau sanksi yang akan diberikan apabila pihak yang bertanggung jawab telah diketahui.

Hingga kini, menurut keterangan para orangtua, belum ada penjelasan secara rinci mengenai hasil penanganan dugaan kehilangan tersebut maupun apakah telah dilakukan pertemuan dengan orangtua taruna yang disebut menjadi korban.

Sementara itu, Kepala SMA Taruna PBD Medan, Jasa Karokaro, saat dikonfirmasi mengatakan pihak sekolah akan melakukan evaluasi dan perbaikan terkait persoalan tersebut.

“Coba kami klarifikasi dulu untuk perbaikan dan bisa menjadi lebih baik lagi. Mudah-mudahan tidak terulang kembali,” tulis Jasa.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan dilakukan, termasuk kemungkinan pemanggilan atau pertemuan dengan wali taruna, Jasa belum memberikan penjelasan lebih rinci.

Dengan adanya rencana sidak Komisi E DPRD Sumut, persoalan dugaan kehilangan barang di asrama SMA PBD Medan kini mendapat perhatian lebih lanjut. DPRD Sumut menyatakan akan terlebih dahulu menggali fakta dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait sebelum menentukan langkah berikutnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RSD) 

Komentar

Loading...