Ekspor Sumut Menggeliat, Angkutan Barang KAI Tumbuh 8 Persen pada Semester I 2026

Kereta api angkutan barang milik PT KAI Divre I Sumatera Utara mengangkut komoditas logistik di jalur perkeretaapian Sumut. Pada Semester I 2026, volume angkutan barang KAI Divre I Sumut tercatat mencapai 387.895 ton atau tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (Foto: KAI Divre I Sumut)

GIMIC.ID, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan barang sepanjang Semester I 2026. Hingga akhir Juni 2026, volume angkutan logistik yang diangkut menggunakan kereta api mencapai 387.895 ton, meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 358.584 ton.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap moda transportasi kereta api sebagai solusi distribusi logistik yang efisien, tepat waktu, dan ramah lingkungan.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan capaian positif ini tidak terlepas dari optimalnya integrasi jaringan perkeretaapian dengan berbagai pusat produksi dan kawasan logistik strategis di Sumatera Utara.

"Jalur kereta api di Sumatera Utara yang terintegrasi langsung dengan simpul-simpul logistik, seperti pabrik perkebunan kelapa sawit, kawasan ekonomi khusus (KEK), hingga pelabuhan, membuat pergerakan angkutan komoditas dengan kereta api menjadi semakin mudah dan efisien," ujar Anwar.

Menurutnya, peningkatan volume angkutan barang tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan perdagangan internasional di Provinsi Sumatera Utara yang terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, nilai ekspor Sumut pada periode Januari–April 2026 tumbuh 12,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor industri menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan ekspor mencapai 14,59 persen.

"Pertumbuhan ekspor komoditas di Sumatera Utara menjadi peluang besar bagi KAI untuk terus mengembangkan layanan angkutan logistik berbasis rel agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat," kata Anwar.

Selain memiliki kapasitas angkut yang besar, moda transportasi kereta api dinilai mampu memberikan efisiensi biaya logistik sekaligus mendukung terciptanya rantai pasok yang lebih andal. Kereta api juga menawarkan waktu tempuh yang lebih terprediksi karena tidak terdampak kemacetan lalu lintas.

Tak hanya itu, penggunaan kereta api sebagai moda distribusi barang juga sejalan dengan komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengurangan emisi karbon.

Berdasarkan data UK Department of Business, Energy and Industrial Strategy (BEIS), pengiriman barang menggunakan kereta api menghasilkan emisi karbon 3,84 kali lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya pada rute yang sama.

"Kami mengajak para pelaku usaha dan pemilik bisnis di Sumatera Utara untuk memanfaatkan layanan angkutan barang KAI. Selain lebih efisien dari sisi biaya dan waktu, penggunaan kereta api juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih berkelanjutan," pungkas Anwar.

Dengan tren ekspor Sumatera Utara yang terus meningkat dan kebutuhan distribusi logistik yang semakin besar, KAI Divre I Sumut optimistis layanan angkutan barang berbasis rel akan semakin berperan sebagai tulang punggung distribusi komoditas serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Komentar

Loading...