INALUM Bangun Smelter Aluminium Mempawah, Target Swasembada 2030

Forklift memindahkan tumpukan aluminium batangan di area penyimpanan. Peningkatan kapasitas produksi dalam negeri diharapkan memperkuat rantai pasok nasional.

GIMIC.ID, JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) resmi melakukan groundbreaking pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit–alumina–aluminium pada 6 Februari 2026 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini menjadi langkah penting dalam mempercepat hilirisasi mineral sekaligus memperkuat kemandirian industri aluminium nasional.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa hilirisasi akan membuat Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat pada komoditas strategis, khususnya aluminium. Ia menargetkan swasembada aluminium dapat terwujud pada 2030.

“Hilirisasi bauksit menjadi aluminium merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat kemandirian sektor industri Indonesia. Percepatan pembangunan smelter dan refinery menjadi upaya untuk menekan ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, serta membangun rantai pasok aluminium yang terintegrasi dari hulu hingga hilir yang memberikan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia,” ujar Melati.

Fasilitas terpadu di Mempawah ini terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan Smelter Aluminium. Smelter Aluminium Mempawah dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 600.000 ton per tahun, dengan prioritas pemenuhan kebutuhan aluminium domestik.

Jika digabungkan dengan produksi aluminium dari Smelter INALUM di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, maka total kapasitas produksi aluminium perseroan akan mencapai sekitar 900 ribu ton per tahun.

Pembangunan dan pengoperasian fasilitas ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai investasi mencapai Rp104,55 triliun atau setara sekitar USD 6,23 miliar.

Proyek tersebut dibangun di kawasan yang sama dengan SGAR Fase 1 yang memiliki kapasitas 1 juta ton alumina per tahun. SGAR Fase 2, yang juga dikelola oleh PT Borneo Alumina Indonesia—anak usaha INALUM dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)—akan menambah kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.

Dengan tambahan tersebut, kapasitas produksi alumina domestik meningkat menjadi 2 juta ton per tahun. Untuk mendukung operasional, fasilitas ini akan menyerap sekitar 6 juta ton bijih bauksit per tahun yang berasal dari wilayah Izin Usaha Pertambangan ANTAM di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak.

Sementara itu, pasokan listrik bagi smelter aluminium kedua direncanakan berasal dari PT Bukit Asam Tbk.

INALUM menyebut proyek ini memiliki dampak strategis terhadap ketahanan pasokan bahan baku industri aluminium nasional. Selain mengurangi impor, proyek ini juga diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok aluminium global.

Efek berganda (multiplier effect) yang dihasilkan diperkirakan mampu meningkatkan output ekonomi domestik secara signifikan. Perhitungan awal menunjukkan potensi kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp71,8 triliun per tahun, serta peningkatan penerimaan negara hingga Rp6,6 triliun per tahun.

Tak hanya itu, fasilitas terpadu ini juga berpotensi menyerap sekitar 65.000 tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari tahap konstruksi, operasional, hingga sektor-sektor pendukung lainnya.

Groundbreaking ini sekaligus menegaskan komitmen INALUM bersama Grup MIND ID dalam mendukung kebijakan hilirisasi mineral sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Langkah tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan hilirisasi sebagai pilar utama penguatan industri nasional.

Melalui sinergi antar korporasi dalam negeri, dukungan kebijakan pemerintah, serta penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir, INALUM optimistis ekosistem aluminium nasional yang mandiri, berdaya saing global, dan memberikan nilai tambah besar bagi perekonomian Indonesia dapat terwujud dalam jangka panjang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Komentar

Loading...