Indosat dan Nokia Hadirkan Program GENsi di UNSRI, Perkuat Literasi Digital dan Talenta AI Daerah

Indosat Ooredoo Hutchison bersama Nokia, BPPTIK Komdigi, dan Universitas Sriwijaya berfoto bersama usai pelaksanaan program GENsi (Generasi Digital dan AI) Capacity Building di Palembang, Selasa (3/2/2026), sebagai upaya memperkuat literasi digital, keamanan siber, dan kesiapan talenta AI daerah.

GIMIC.ID, PALEMBANG – Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor, tantangan utama Indonesia kini tidak lagi sekadar akses teknologi, melainkan kesiapan talenta dan pemerataan literasi digital. Menjawab tantangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) berkolaborasi dengan Nokia menghadirkan program GENsi (Generasi Digital dan AI) di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang.

Program GENsi merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat literasi digital, keamanan siber, serta kesiapan talenta AI di daerah. Tidak sekadar pelatihan satu kali, GENsi dirancang sebagai intervensi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang bertujuan mencetak agen perubahan literasi digital di komunitas lokal.

Melalui pendekatan hybrid, GENsi mengombinasikan pelatihan tatap muka berbasis kampus dengan pembelajaran mandiri melalui platform Learning Management System (LMS). Secara nasional, program ini menargetkan 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.

Di Palembang, sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas ini. Palembang dipilih sebagai salah satu dari dua lokasi utama implementasi program GENsi, selain Tarakan, Kalimantan Utara. Pemilihan ini menegaskan komitmen Indosat dan Nokia untuk memastikan penguatan literasi AI tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah dengan potensi talenta lokal yang besar.

Berdasarkan Indeks Literasi Digital Indonesia 2024, skor literasi digital nasional berada pada level 3,65 dari skala 5, yang menunjukkan masih perlunya penguatan signifikan, khususnya pada pilar keamanan digital (digital safety) dan kecakapan digital (digital skills). Kesenjangan ini semakin terasa dalam pemanfaatan teknologi baru seperti AI.

Program GENsi hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan membekali peserta tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman etika serta penggunaan AI yang bertanggung jawab.

EVP–Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Indosat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sumatra.

“Melalui GENsi, kami ingin memastikan talenta muda di Palembang tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi AI, tetapi menjadi pemain aktif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memecahkan isu-isu lokal. Literasi digital dan pemahaman AI yang kuat adalah fondasi agar transformasi digital benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Agus.

Materi pelatihan GENsi mencakup literasi digital dasar, keamanan siber, hingga pengenalan AI agents. Peserta juga dibekali pemahaman tentang etika penggunaan AI agar mampu menavigasi ruang digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Fokus utama program ini adalah memberikan kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu sesi yang paling diminati peserta adalah praktik pemanfaatan AI dengan pendekatan low/no-code, yang memungkinkan peserta tanpa latar belakang pemrograman tetap mampu membangun solusi digital. Melalui sesi ini, peserta dilatih menciptakan chatbot berbasis AI sederhana yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan di komunitas sekitar.

Untuk memastikan keberlanjutan, GENsi mengusung pendekatan multiplier effect. Sebanyak 20 peserta terpilih akan dipersiapkan menjadi GENsi Digital Trainers yang bertugas menyebarkan kembali pengetahuan dan keterampilan kepada rekan-rekan di kampus maupun komunitas masing-masing, sehingga dampak peningkatan literasi digital dapat meluas secara mandiri dan berkelanjutan.

Keberhasilan program ini didukung kolaborasi lintas sektor. Indosat memimpin inisiatif ini dengan dukungan Nokia sebagai mitra strategis yang membawa perspektif industri teknologi global.

“Program GENsi sejalan dengan pilar utama Nokia ESG Global Program, yaitu Bridging Digital Divide. Kami berkomitmen menjembatani kesenjangan akses dan kemampuan digital agar generasi muda Indonesia dapat berpartisipasi penuh dalam transformasi teknologi, melalui pembelajaran yang inklusif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan lokal,” ujar Hendri Widjaja, Nokia Indonesia ESG Principle.

Selain itu, BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut terlibat sebagai mitra pemerintah untuk memastikan keselarasan program dengan agenda literasi digital nasional. Sementara itu, Kumpul berperan sebagai mitra pelaksana desain pembelajaran.

Kepala BPPTIK Komdigi, Hamdani Pratama, mengapresiasi kolaborasi penta-helix antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, dan masyarakat dalam program ini.

“Melalui kerja sama seluruh pihak, kami berharap talenta digital, khususnya di Palembang, memperoleh pelatihan berstandar internasional dan mampu berinovasi dengan memanfaatkan AI untuk menghadapi tantangan digital saat ini,” ujarnya.

Dengan kehadiran program GENsi di Universitas Sriwijaya, diharapkan lahir gelombang baru talenta dan inovator muda dari Sumatra Selatan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga siap berkontribusi aktif dalam pengembangan ekonomi digital nasional. Indosat menegaskan akan terus menghadirkan konektivitas dan inisiatif pemberdayaan sebagai bagian dari komitmen membangun masa depan digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Komentar

Loading...