Car Free Night Kesawan Dorong Perputaran Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata
Tiga orang berfoto bersama di ruang kerja pemerintahan dengan latar lambang Garuda Pancasila, bendera Merah Putih, serta deretan penghargaan dan dokumentasi kegiatan. Ketiganya tampak kompak mengangkat kepalan tangan sebagai simbol semangat dan dukungan.
GIMIC.ID, MEDAN — Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong Car Free Night (CFN) Kesawan sebagai ruang aktivasi wisata sekaligus penggerak perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang digelar rutin setiap dua minggu sekali tersebut dinilai mampu membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar. Di sisi lain, meningkatnya transaksi pada setiap pelaksanaan CFN menunjukkan potensi ekonomi kawasan Kesawan terus berkembang.
Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam wawancara khusus bersama DAAI TV di rumah dinasnya, Jumat (21/8/2026).
“Ini mengartikan juga potensi ekonominya meningkat,” kata Rico Waas.
Menurut Rico, CFN merupakan bagian dari strategi Pemko Medan dalam menciptakan iklim ekonomi yang menarik di kawasan pusat wisata. Kawasan Kesawan sendiri menjadi bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) 1 dalam perencanaan pengembangan Kota Tua Medan.
Rico menjelaskan, pengembangan KSP 1 tidak hanya berorientasi pada pembangunan dan penataan fisik kawasan. Pemko Medan juga berupaya membangun ekosistem yang menghubungkan berbagai sektor, mulai dari transportasi, penataan signage, UMKM, pelaku bisnis hingga business matching.
Selain CFN, Pemko Medan juga rutin menggelar Car Free Day (CFD) setiap Minggu. Berbeda dengan CFN yang lebih menonjolkan aktivitas kebudayaan dan kreativitas, CFD diarahkan pada kegiatan olahraga dan aktivitas masyarakat.
Berbagai pemangku kepentingan dan komunitas juga diberikan ruang untuk menggelar kegiatan sehingga kawasan Kesawan semakin aktif dan menjadi ruang interaksi masyarakat.
“Ini untuk aktivasi agar nantinya masyarakat aware ataupun memahami ini adalah daerah wisata, daerah tempat berkumpulnya masyarakat,” ujar Rico.
Dalam wawancara tersebut, Rico didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Medan Arrahmaan Pane, Kepala Dinas Pariwisata Medan M. Odi Anggia Batubara, serta Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Hendra Ridho Gunawan Siregar.
Rico mengatakan, CFN memiliki karakter yang berbeda dengan CFD. Pada malam hari, kawasan Kesawan lebih diarahkan menjadi ruang pertunjukan kebudayaan dan kreativitas masyarakat.
Sejumlah panggung disiapkan untuk menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan lokal, musik anak muda, kegiatan komunitas, serta beragam aktivitas kreatif lainnya.
Tidak hanya menarik warga Kota Medan, CFN juga mulai dikunjungi masyarakat dari sejumlah daerah di sekitar Medan, seperti Deli Serdang, Kisaran, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi.
Menurut Rico, kondisi tersebut menunjukkan mulai terbentuknya sentra aktivitas baru di pusat Kota Medan yang memiliki daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah.
Dalam pengembangan kawasan wisata Kota Tua, keberadaan Lapangan Merdeka juga dinilai memiliki peran penting. Selain menjadi ruang publik untuk berkumpul dan berolahraga, kawasan tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan kenegaraan, agenda pemerintah maupun kegiatan pihak swasta.
Rico menegaskan, aktivasi kawasan Kesawan harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga karakter dan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.
Ia mencontohkan Pos Bloc yang telah direvitalisasi dengan tetap mempertahankan esensi bangunan cagar budaya, sekaligus mampu memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi dan UMKM lokal.
“Konsep seperti ini bisa diterapkan pada bangunan-bangunan lain di Kesawan. Revitalisasi harus menjaga cagar budaya, tetapi tetap membuka peluang untuk mengaktifkan fungsi ekonomi bangunan,” jelasnya.
Rico juga menegaskan bahwa pembangunan bisnis baru di kawasan Kesawan tidak boleh mengubah bentuk maupun karakter bangunan cagar budaya. Pemko Medan akan tetap mengarahkan pengembangan kawasan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta.
Di sisi lain, Rico menilai potensi UMKM Kota Medan sangat besar. Produk lokal, menurutnya, memiliki kualitas, keunikan, serta cita rasa yang dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pemko Medan terus mendorong pelaku UMKM melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, dukungan akses perbankan hingga perluasan pemasaran.
Upaya meningkatkan kelas UMKM juga dilakukan dengan menyediakan ruang etalase dan inkubasi. Melalui berbagai kegiatan seperti Gelar UMKM daerah atau Musda, produk dari berbagai kluster usaha lokal diperkenalkan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pengalaman, memperluas jejaring, serta menyusun strategi pengembangan produk agar semakin kompetitif.
Perluasan pasar juga dilakukan melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Rico menyebut sejumlah produk unggulan UMKM lokal Kota Medan telah mendapatkan ruang etalase di Uniqlo.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk nyata upaya mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.
Rico turut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengambil bagian dalam mempromosikan potensi Kota Medan melalui media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk memperkenalkan destinasi wisata, berbagai kegiatan di Kota Medan, serta produk UMKM lokal kepada khalayak yang lebih luas.
“Anak-anak muda kita ajak untuk meramaikan dan mempromosikan destinasi, kegiatan, serta produk lokal melalui media sosial,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam promosi digital, Pemko Medan berharap potensi wisata dan ekonomi kreatif Kota Medan semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat lokal tetapi juga wisatawan dari luar Kota Medan dan Sumatera Utara.
Pengembangan CFN Kesawan, penataan kawasan Kota Tua, penguatan UMKM, serta kolaborasi dengan komunitas dan sektor swasta menjadi bagian dari strategi Pemko Medan untuk membangun ekosistem wisata dan ekonomi yang saling terhubung.
Melalui aktivasi ruang publik yang konsisten dan tetap memperhatikan nilai sejarah kawasan, Kesawan diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi wisata, pusat aktivitas masyarakat, sekaligus salah satu penggerak ekonomi Kota Medan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar