Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 2 Persen hingga Juli 2026
Aktivitas bongkar muat peti kemas di kawasan Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung yang dikelola PT Prima Multi Terminal (PMT) mencapai 403.091 TEUs hingga Juli 2026, tumbuh sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
GIMIC.ID, BELAWAN – Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, terus menunjukkan pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional.
PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat arus peti kemas di kedua pelabuhan tersebut mencapai 403.091 TEUs hingga Juli 2026. Angka ini tumbuh sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas logistik dan distribusi barang di wilayah barat Indonesia masih bergerak positif. Kinerja itu terutama ditopang oleh distribusi domestik yang tetap kuat serta mulai meningkatnya aktivitas ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari sejumlah kawasan industri di Sumatera.
Pertumbuhan paling signifikan tercatat pada layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung.
Hingga Juli 2026, volume peti kemas internasional mencapai 24.016 TEUs, atau melonjak 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga mengalami pertumbuhan 12 persen, menjadi 42.815 TEUs.
Peningkatan arus barang tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekspor-impor serta distribusi bahan baku industri, barang konsumsi dan kebutuhan manufaktur yang masih menopang kegiatan sektor industri nasional.
Selain peti kemas, pertumbuhan juga terlihat pada layanan barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung. Hingga Juli 2026, volume barang nonpeti kemas mencapai 545.730 ton, meningkat 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera yang dilayani melalui Pelabuhan Kuala Tanjung.
Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan kinerja arus barang hingga Juli 2026 menunjukkan adanya ketahanan aktivitas ekonomi di Sumatera, meski perdagangan global masih menghadapi berbagai tekanan.
“Pertumbuhan arus barang menunjukkan aktivitas ekonomi di Sumatera masih memiliki daya tahan. Distribusi domestik menjadi penopang utama, sementara ekspor dari sektor industri pengolahan dan komoditas mulai memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Rudi.
Menurutnya, industri kepelabuhanan masih menghadapi sejumlah tantangan. Perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran rantai pasok global hingga dinamika geopolitik dapat memengaruhi biaya logistik dan waktu pengiriman barang.
Dalam kondisi tersebut, efisiensi operasional menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya saing pelabuhan sekaligus memastikan kelancaran arus barang.
PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 85,84 persen.
Sementara itu, rasio ET/BT di Terminal Kuala Tanjung tercatat 60 persen untuk layanan internasional dan 69 persen untuk layanan domestik.
Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja operasional, PMT melakukan berbagai langkah optimalisasi. Di antaranya meningkatkan utilisasi peralatan bongkar muat, melakukan penataan lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi dengan pengguna jasa dan antarterminal.
Selain efisiensi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga terus menjadi perhatian perusahaan.
Implementasi program K3 dilakukan melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional serta peningkatan kompetensi tenaga kerja. Langkah tersebut diarahkan untuk mempertahankan target nihil kecelakaan kerja dalam seluruh kegiatan operasional.
Rudi menilai posisi pelabuhan akan semakin strategis seiring dengan meningkatnya kebutuhan distribusi barang serta berkembangnya kawasan industri di Sumatera.
Menurutnya, pelabuhan memiliki peran lebih luas dibandingkan sekadar menjadi tempat keluar-masuk barang. Keandalan layanan pelabuhan turut menentukan efisiensi rantai pasok dan biaya distribusi industri.
“Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar-masuk barang, tetapi juga bagian dari rantai pasok yang menentukan efisiensi industri. Karena itu, peningkatan keandalan dan efisiensi layanan menjadi penting agar pelaku usaha dapat mengendalikan biaya distribusi dan memperkuat daya saing produk Indonesia,” ujarnya.
Berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik di wilayah barat Indonesia.
Potensi tersebut semakin terbuka seiring berkembangnya kawasan industri dan berlanjutnya program hilirisasi di Sumatera. Pertumbuhan industri pengolahan dan aktivitas hilirisasi diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap layanan logistik dan kepelabuhanan.
Dengan pertumbuhan arus peti kemas hingga Juli 2026 serta peningkatan signifikan pada layanan internasional Kuala Tanjung dan barang nonpeti kemas, PMT terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran rantai pasok, distribusi industri, serta konektivitas perdagangan di wilayah Sumatera.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar