1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. Transportasi

KAI Divre I Sumut Angkut 208.070 Ton BBM hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Energi di Sumatera Utara

Oleh ,

Rangkaian kereta api pengangkut bahan bakar minyak (BBM) bersiap diberangkatkan dari Stasiun Labuan menuju Stasiun Kisaran dan Stasiun Siantar, Sumatera Utara.

GIMIC.ID, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara melalui moda transportasi kereta api. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, KAI Divre I Sumut berhasil mengangkut sebanyak 208.070 ton BBM, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 185.444 ton.

Peningkatan volume angkutan tersebut menunjukkan peran strategis transportasi kereta api dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di berbagai daerah di Sumatera Utara.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan distribusi BBM melalui jalur rel menjadi salah satu moda transportasi yang efektif, aman, dan efisien dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.

"Kelancaran distribusi BBM yang disalurkan menggunakan kereta api turut menjaga pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di Sumatera Utara," ujar Anwar.

Selain mencatat pertumbuhan secara kumulatif, kinerja angkutan BBM juga menunjukkan tren positif secara bulanan. Selama Juli 2026, KAI Divre I Sumut mengangkut sebanyak 32.164 ton BBM, meningkat 15 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat 27.962 ton.

Anwar menjelaskan, pengangkutan BBM dilakukan melalui tiga perjalanan kereta api setiap hari dari Stasiun Labuan menuju Stasiun Siantar dan Stasiun Kisaran.

Dalam operasionalnya, sebanyak 48 gerbong ketel setiap hari membawa ribuan kiloliter BBM dari fasilitas pengisian di Stasiun Labuan menuju Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang berada di dekat Stasiun Kisaran dan Stasiun Siantar.

Adapun jenis BBM yang didistribusikan melalui kereta api meliputi Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar.

KAI Divre I Sumut juga telah menyesuaikan distribusi energi dengan kebijakan terbaru pemerintah. Sejak 1 Juli 2026, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026, jenis Bio Solar yang diangkut telah bertransformasi dari B40 menjadi B50.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari implementasi program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan bahan bakar berbasis energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Menurut Anwar, KAI akan terus meningkatkan keandalan sarana dan prasarana angkutan barang agar distribusi energi dapat berlangsung secara aman, lancar, dan tepat waktu.

"KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mengoptimalkan keandalan sarana dan prasarana angkutan barang guna memastikan rantai pasok energi di Sumatera Utara berjalan aman, lancar, dan tepat waktu. Kami siap mendukung penuh kebijakan pemerintah serta memenuhi kebutuhan energi masyarakat demi mendorong konektivitas dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah ini," pungkasnya.

Dengan dukungan angkutan berbasis rel, KAI Divre I Sumut optimistis distribusi BBM akan semakin efisien, mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan darat, serta memperkuat ketahanan energi di Sumatera Utara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga